Breaking News:

Posko Dukungan Satgas Covid-19 DIY Sebut Kubur 100 Jenazah Sehari, Beda Data dengan Pemda?

Lonjakan kasus Covid-19 di DI Yogyakarta, dibarengi dengan peningkatan signifikan pada angka kematian harian. Otomatis upaya pemakaman jenazah dengan

Istimewa
ILUSTRASI Pemakaman tetap dilakukan secara prosedur Covid-19. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lonjakan kasus Covid-19 di DI Yogyakarta, dibarengi dengan peningkatan signifikan pada angka kematian harian.

Otomatis upaya pemakaman jenazah dengan menggunakan protokol Covid-19 ikut melonjak.

Pada 29 Juni 2021 lalu misalnya, relawan di Posko Dukungan Operasi Satuan Tugas Covid-19 DIY melaporkan setidaknya ada 100 pemakaman dengan protokol kesehatan dalam sehari. 

Baca juga: Sepekan Terakhir, 8 Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Kulon Progo Meninggal Ketika Isolasi Mandiri

Sebanyak 100 pemakaman tersebut tercatat sepanjang 29 Juni pukul 08.00 hingga 30 Juni puku 04.00 WIB.

Data tersebut juga sempat diunggah di akun Twitter TRC BPBD DIY dengan harapan masyarakat maupun pemangku kepentingan dapat memahami gentingnya situasi yang terjadi saat ini.

"Data tersebut benar. Awalnya data internal tapi perkembangan berikutnya dirilis di akun TRC untuk gambaran secara singkat saja tentang kondisi terkini," ucap Komandan Posko Dukungan Satgas Covid-19, Pristiawan Buntoro saat Zoom dengan wartawan, Kamis (1/7/2021). 

Pristiawan mengakui bahwa sepanjang bulan Juni ini, jawatannya merasakan adanya kenaikan signifikan untuk layanan pemulsaraan jenazah. 

Namun tidak semuanya yang dimakamkan dengan protokol kesehatan terkonfirmasi positif Covid-19

Sebagian masih ada yang berstatus sebagai supect atau terindikasi terpapar Covid-19.

"Tidak sejumlah itu semuanya positif," terangnya. 

Sebelumnya, pada tanggal yang sama, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY melaporkan adanya 18 kasus meninggal di hari tersebut.

Baca juga: Polda DIY Ringkus 105 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba selama Januari-Juni 2021

Dalam laporan tersebut dijelaskan data merupakan hasil verifikasi dinkes kabupaten dan kota.

Disinggung mengenai perbedaan data tersebut, Pristiawan menegaskan bahwa data yang disampaikan pihaknya tidak untuk diadu dengan data yang dirilis Pemda DIY

Data tersebut disampaikan sebagai pembanding serta agar masyarakat menyadari situasi di lapangan saat ini. 

"Sudah kami sampaikan kami tidak mengadu data kita. Dulu data Dinkes yang disampaikan tidak ada pembanding. Tapi begitu ada data pemakaman ada data pembanding," ujarnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved