Breaking News:

KONI DIY Panggil Delapan Anggotanya

Delapan Anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY mendapatkan pengarahan di kantor setempat pada Selasa (29/6/2021).

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
TRIBUN JOGJA/ TAUFIQ SYARIFUDIN
Ketua KONI DIY, Djoko Pekik Irianto. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Delapan Anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY mendapatkan pengarahan di kantor setempat pada Selasa (29/6/2021). Hal ini menyusul dengan mulai aktifnya roda organisasi tiap cabor sebagaimana mestinya.

Delapan organisasi itu terdiri Persatuan Gulat Seluruh Indonoesia (PGSI), Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti), Persatuan Soft Tennis Indonesia (Pesti), Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), dan Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI).

Juga Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), kemudian Badan Fungsional Keolahragaan Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PP Kori), dan Badan Pembina Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (Bapor Korpri).

"Delapan anggota ini kita anggap dinamika kelembagaan dan geliat aktivitasnya agak kurang. Kita berdiskusi dan minta masukan terkait permasalahan yang dihadapi sehingga kejuaraan daerah maupun rapat kerja daerah tidak diselenggarakan," ujar Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto.

Dari hasil diskusi ini KONI DIY diharapkan dapat memiliki data soal penyebab organisasi anggota KONI DIY yang tidak aktif. Dari sana kemudian akan dicari solusi untuk mengurai permasalahan tersebut, sehingga di kemudian hari laju organisasi setiap anggota dapat berjalan dengan baik.

Sebab, indikator untuk mengukur jalan tidaknya suatu organisasi itu ada dua yakni rutin menyelenggarakan kejuaraan daerah (kejurda) bagi pengda cabor, dan menyelenggarakan rapat kerja daerah (rakerda) setahun sekali bagi pengda cabor dan badan fungsional keolahragaan.

"Nah kalau dua hal itu tidak dilakukan maka berarti ini ada stagnan, sehingga kita memotivasi dan memberikan pengarahan kepada mereka supaya giat lagi untuk melakukan manajemen kelembagaan yang lebih bagus lagi," jelasnya.

Perwakilan Pengda PGSI DIY Andri Febri P mengatakan, bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Ketua Umum PGSI DIY BP Haryo Djarot Santoso perihal selesainya masa bakti kepengurusan dan rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) PGSI DIY.

Ia juga menyampaikan jika dirinya telah mendukung keberadaan figur calon ketua umum yang akan diusung dan kepanitiaan musda yang telah dibentuk oleh PGSI Kabupaten/Kota di DIY. Dan mendorong supaya segera menyelenggarakan musda serta memilih ketua umum definitif,

Hal itu sebagai upaya keberlanjutan organisasi dan pembinaan olahraga gulat di DIY. Namun dalam kesempatan itu pula, adapun tiga perwakilan dari Anggota KONI DIY yakni Pengda Pelti, Pesti, dan POSSI tidak hadir.

Wakil Ketua Umum I KONI DIY, Pramana bersama Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan Organisasi Nolik Maryono menambahkan, bahwa pihaknya akan berperan aktif melakukan komunikasi dengan Anggota KONI DIY, guna ketertiban administrasi organisasi dan pembinaan olahraga prestasi di DIY.

Selain itu juga mempersilahkan Anggota KONI DIY untuk selalu berkonsultasi dengan KONI DIY apabila terdapat permasalahan dalam organisasi masing-masing, sehingga kemudian dicarikan solusinya secara bersama-sama. (tsf)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Jumat 2 Juli 2021 halaman 10.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved