Breaking News:

PSIM Yogyakarta

Pemain Perlu Adaptasi Lapangan, PSIM kontra Persekat Tegal Berakhir Tanpa Gol

PSIM Yogyakarta meraih hasil seri 0-0 saat bertandang ke markas Persekat Tegal di Stadion Tri Sanja, Slawi, Kabupaten Tegal, Selasa (29/6/2021) sore.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
Dok PSIM Yogyakarta
IMBANG - PSIM Yogyakarta bertandang ke markas Persekat Tegal, di Stadion Tri Sanja, Tegal, Jawa Tengah, Selasa (29/6/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, TEGAL - Pelatih PSIM Yogyakarya, Seto Nurdiyantara menyoroti pemainnya masih memerlukan adaptasi dengan lapangan yang berbeda-beda. Hal itu dikatakan, sesuai uji coba lawan Persekat Tegal yang berakhir imbang tanpa gol di Stadion Tri Sanja Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (29/06/2021) sore.

Hal itu ia nilai dari dua pertandingan uji coba PSIM di Jawa Tengah, setelah sebelumnya Laskar Mataram kalah 0-2 lawan PSIS Semarang di Stadion Citarum, Semarang yang kala itu bermain menggunakan lapangan rumput sintesis.

Pada pertandingan sore tadi, Seto kembali menjajal formasi dan sebelas utama baru untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan tiap strategi dan pemain. “Untuk pertandingan melawan Tegal kita rotasi hampir semua pemain. Kadang apa yang kita rencanakan dari awal tidak sesuai harapan, tetapi kita harus belajar disitu,” kata Seto.

Ia juga menyebut masih akan lakukan evaluasi lantaran para pemainnya masih terlihat belum dapat memaksimalkan setiap peluang yang didapat ketika akan melakukan penyelesaian akhir. "Kalau untuk hasil, artinya masih ada beberapa evaluasi yang bagaimana kita seharusnya menciptakan peluang dan mencetak gol, tapi dua pertandingan ini ada unsur adaptasi ke pemain biar menyesuaikan lapangan bermain yang berbeda-beda, harapannya di situ,” ungkap Seto.

Dalam pertandingan itu, Seto kembali melakukan rotasi di posisi 11 utama. Di pos penjaga gawang, Seto menurunkan Jordyno Putra Dewa, sementara di lini belakang terdapat Dadang Tri Sismon, Sunni Hizbullah, Heru Setyawan dan Taufik Hidayat.

Sementara di lini tengah, Seto menurunkan Achmad Baasith, Savio Sheva, dan Yoga Pratama. Terakhir, di lini penyerangan dipercayakan kepada trio Arbeta Rocky, Imam Witoyo dan nanda Nurrandi.

Pada babak pertama, PSIM lebih agresif dengan melakukan serangan lebih dulu. Masuk ke pertengahan laga, kedua tim tampak saling jual beli serangan, namun tidak ada satu gol pun tercipta hingga jeda turun minum.

Pada babak kedua, PSIM tampil lebih dominan. Beberapa peluang yang didapat penggawa Laskar Mataram belum dapat dikonversi menjadi gol. Hingga peluit terakhir dibunyikan, skor tetap 0-0.

Sementara itu, gelandang asal Yogyakarta, Yoga Pratama mengatakan jika dia dan rekan-rekan setimnya sudah berusaha keras, terlepas kondisi lapangan yang bergelombang dan kurang mendukung.

“Mengenai pertandingan tadi sore, yang jelas kita semua masih diberi keselamatan, terlepas dari kondisi lapangan yang bergelombang. Yang penting kita sudah berusaha keras, dan kita sudah mencoba memunculkan karakter bermain PSIM, tapi memang keadaannya kurang mendukung. Yang jelas ini bagian dari proses kita, entah itu kalah, menang, ataupun imbang, kita jalani proses ini. Semoga saya pribadi dan seluruh pemain PSIM dapat menampilkan lebih maksimal lagi untuk kedepannya,” pungkas Yoga Pratama. (tsf)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi rabu 30 Juni 2021 halaman 10.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved