Breaking News:

Kasatpol PP Kota Sebut Masih Banyak Pelanggaran Prokes Covid-19

Kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta terus melonjak dalam sepekan terakhir. Ironisnya, masih banyak warga terkesan abai dan tak mengindahkan prokes.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarno. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta terus melonjak dalam satu pekan terakhir. Tapi, ironisnya, masih begitu banyak warga yang terkesan abai dan tidak mengindahkan protokol kesehatan.

Fenomena itu, tercermin dari temuan Satpol PP Kota Yogya saat melaksanakan razia prokes di sejumlah titik sepanjang akhir pekan lalu. Lagi-lagi, masalah masker, yang sejatinya paling dasar, mendominasi jenis pelanggaran.

Kepala Satpol PP Kota Yogya, Agus Winarno menandaskan, beberapa titik yang diinspeksi antara lain, seputar kawasan Tugu Pal Putih dan Titik Nol, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Sutomo, Jalan Ngampilan, Jalan Sultan Agung.

"Malam Sabtu, di seputaran Tugu, terjaring 71 pelanggar, malam Minggu di seputar Titik Nol pelanggar sebanyak 43 orang, malam Senin kemarin ada lima orang yang melanggar. Terakhir tadi malam, ada tujuh orang melanggar prokes," katanya, Selasa (29/6/2021).

Hanya saja, Agus memastikan, pihaknya belum memberi sanksi denda kepada para pelanggar yang didominasi kaum muda-mudi tersebut. Ia berujar, hukuman yang dijatuhkan masih sebatas sanksi sosial dan pembinaan.

"Kita hanya berikan peringatan dengan sanksi sosial saja. Mereka kita suruh kerja bakti bareng-bareng kemarin, semoga menimbulkan efek jera," cetusnya.

Kasatpol PP pun mengatakan, meski masih muncul cukup banyak pelanggar prokes, secara keseluruhan angkanya sudah menurun drastis. Khususnya, sejak ada langkah pengetatan PPKM Mikro di Kota Yogyakarta.

"Sangat berkurang memang. Mungkin, karena banyaknya pemberitaan terkait Covid-19 yang sebaran dan tingkat infeksiusnya semakin tinggi, jadi mereka juga sedikit mengurangi aktivitasnya itu," tandas Agus.

"Kebanyakan pelanggaran masalah tidak memakai masker, cuma sudah tidak sebanyak seperti tahun lalu, atau awal-awal pandemi kemarin itu, ya," imbuhnya.

Setali tiga uang, tempat-tempat usaha pun sebagian besar mentaati aturan jam buka maksimal sampai pukul 20.00, sesuai dengan instruksi Kemendagri. Karena itu, ia optimis, kedisiplinan warga perlahan meningkat.

"Memang masih ada yang melebihi jam operasional, tapi langsung kita minta untuk tutup dan kita pantau terus penerapan prokesnya di sana," tandasnya.

Lebih lanjut, Agus menegaskan, razia semacam ini akan dilaksanakan secara rutin, demi menekan lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pelajar. Inspeksi, tambahnya, menyasar titik rawan keramaian dan tempat usaha.

"Dari pagi hingga malam ada tim yang bergerak. Ya, tidak hanya bagi warga yang berkegiatan di luar ruang, tetapi tempat usaha juga," pungkasnya. (aka)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Rabu 30 Juni 2021 halaman 05.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved