Breaking News:

Yogyakarta

Kadin DIY Pastikan Tidak Kirim Utusan ke Munas Kadin Indonesia Besok Rabu

Adapun pembatalan itu dilakukan lantaran mempertimbangkan kondisi penyebaran Covid-19 di Indonesia, termasuk DI Yogyakarta yang sedang tinggi.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM
Ketua Umum KADIN DIY GKR Mangkubumi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY dipastikan tidak mengirim utusan, peserta ataupun peninjau ke Musyawarah Nasional (Munas) Kadin Indonesia.

Rencananya, munas tersebut bakal diselenggarakan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/6/2021).

Adapun pembatalan itu dilakukan lantaran mempertimbangkan kondisi penyebaran Covid-19 di Indonesia, termasuk DI Yogyakarta yang sedang tinggi.

Baca juga: KADIN DIY Gelar Vaksinasi Massal untuk 50 Ribu Pelaku UMKM dan Dunia Usaha

Pihaknya turut merujuk pada penguatan implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dan percepatan vaksinasi untuk menekan penyebaran virus corona.

“Apabila Kadin Indonesia tetap menyelenggarakan Munas VIII di Kandari 30 Juni 2021, maka Kadin DIY tidak mengirim utusan baik peserta ataupun peninjau,” kata Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi dalam keterangan persnya, Selasa (29/6/2021).

Dilanjutkannya, jika Kadin Indonesia tetap melanjutkan pelaksanaan Munas VIII, maka harus ada diskresi kebijakan untuk melaksanakannya secara online.

Pelaksanaan secara online itu bisa melalui platform konferensi digital.

Baca juga: Kadin DIY Meminta Penyaluran Dana PEN Dapat Lebih Luwes

“Perlu juga adanya pengaturan partisipasi Ketua Umum Kadin Provinsi dan Utusan Peserta Munas untuk tetap bisa berpartisipasi secara online, termasuk jika terjadi pemungutan suara menggunakan teknologi digital tanpa mengurangi substansi, keamanan dan kelancaran acara,” katanya menegaskan.

GKR Mangkubumi menyebutkan, adanya Munas Kadin Indonesia ke-VIII ini bisa berpotensi menimbulkan kerawanan pagi para peserta dan peninjau.

Apalagi, jika rencana pelaksanaan Munas VIII di Kendari tidak menerapkan pelaksanaan dan adaptasi terhadap pandemi Covid-19 yang ketat.

“Dengan jumlah peserta yang banyak ini, mereka wajib menggunakan masker dan melakukan protokol kesehatan. Sudah begitu pun tetap menimbulkan kerawanan bagi mereka “ tandasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved