Breaking News:

Hemat Biaya Operasional, Petani Wonogiri Manfaatkan Program Electrifying Agriculture

Hemat Biaya Operasional, Petani Wonogiri Manfaatkan Program Electrifying Agriculture

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Salah satu petani di Wonogiri yang memanfaatkan program Electrifying Agriculture 

TRIBUNJOGJA.COM, WONOGIRI - Sebagai bentuk dukungan pada program ketahanan pangan pemerintah, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukoharjo melalui program electrifying agriculture mengajak para pelaku usaha sektor pertanian untuk beralih menggunakan mesin berbasis listrik sebagai penunjang produktivitas harian.

Hingga saat ini, sebanyak 154 pelaku sektor pertanian di wilayah kerja PLN UP3 Sukoharjo telah mengikuti program electrifying agriculture dan merasakan langsung manfaat dari segi operasional, efisiensi, dan produktifitas.

Salah satu petani di Dusun Mampang, Desa Boto Wonogiri, Joko Tarsono, menuturkan bahwa ia dapat melakukan penghematan pada sejumlah biaya operasional setelah beralih menggunakan listrik, mengingat sebelumnya cukup banyak biaya operasional yang harus dikeluarkan perharinya.

“Dulu saat saya membutuhkan air harus menggunakan genset, yang menghabiskan biaya sekitar Rp102.000 per hari. Setelah pindah ke listrik, biaya operasional turun sangat banyak sampai bisa berhemat sekitar 60% perharinya,” ungkap Joko.

Senada dengan Joko, Kasmin yang tergabung dalam Kelompok Tani Maju Makmur, dari Dusun Pulorejo, Wonogiri, mengatakan bahwa dirinya merasa senang dengan adanya listrik PLN.

Kasmin mengaku dapat menghemat biaya operasional yang besar dengan hadirnya listrik di sawahnya. Pekerjaan pun menjadi lebih produktif sehingga hasilnya pun lebih maksimal.

Baca juga: PLN Operasikan 4 Tower Sirkit 2 SUTET 500 kV Bandung Selatan Incomer-Saguling

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Daya Listrik Besar, PLN Sediakan Layanan Penyambungan Sementara

"Saya bandingkan ternyata ada penurunan biaya banyak saat menggunakan genset dan tidak, biasanya sehari semalam habis Rp 170 ribu setelah memakai listrik PLN hanya habis Rp 55ribu seharian.

Semoga dengan hadirnya listrik di sawah kami, hasil tani kami terus bisa melimpah ruah,” tambahnya.

Manager PLN UP3 Sukoharjo, La Ode Lawati, menyampaikan selain penghematan biaya produksi, pasokan listrik PLN yang andal akan membantu meningkatkan produksi gabah para petani.

Harapannya, pendapatan para petani bisa terus meningkat.

Ia juga berharap kedepannya semakin banyak pelaku sektor pertanian yang akan beralih ke mesin berbasis listrik sehingga produktivitas di lahan masing-masing dapat terus meningkat dengan didukung layanan kelistrikan PLN yang optimal. 

“Electrifying agriculture adalah salah satu bagian dari semangat transformasi PLN untuk meningkatkan pelayanan listrik yang lebih mudah, terjangkau, dan andal untuk berbagai kalangan masyarakat dalam hal ini pertanian.

Dengan hadirnya PLN di sektor pertanian, diharapkan para petani akan terus berkembang usahanya, lebih maju, dan lebih sejahtera,” tutupnya. (Tribunjogja/ADV)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved