Breaking News:

Atlet Sambo Diminta Fokus pada Satu Cabor Saja

Kabid Pembinaan Organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY, Nolik Maryono menginginkan atlet sambo DIY untuk fokus satu cabor.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
Humas KONI DIY
Cabor sambo saat Porda DIY, Minggu (20/6/2021) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan Organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY, Nolik Maryono menginginkan atlet sambo DIY untuk fokus pada satu cabor bela diri guna pembinaan olahraga prestasi yang maksimal. Dengan demikian pembinaan atlet dapat dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.

"Sambo yang basic-nya dari Rusia ini hampir sejenis dengan bela diri judo, gulat, serta kurash. Harapan kami yang utama kepada seluruh atlet kalau sudah terjun di sambo maka sebaiknya fokus dan tekuni sambo saja. Jangan kemudian jadi atlet sambo, atlet judo, lalu kurash, sehingga saat ada kejuaraan multi event, atlet akan bingung nantinya," ujar Nolik, Senin (28/6/2021).

Untuk diketahui, cabor sambo akan dipertandingkan pada event Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI DIY Tahun 2022. Hal ini menyusul cabor yang berada di bawah naungan Persambi DIY telah diterima menjadi anggota KONI DIY.

Cabor sambo juga akan menjadi salah satu cabor eksebisi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. "Berharap melalui ajang kejurda lahir atlet sambo di DIY yang nanti bisa mewakili dalam ekshibisi PON XX Papua. Tidak kalah penting juga di PON XXI Aceh-Sumut 2024, semoga Pengda Persambi DIY bisa persiapkan atletnya untuk ikut itu dan Babak Kualifikasi PON 1 tahun sebelumnya, sehingga harapan bisa lolos dan pulang bawa medali," jelasnya.

Ketua Umum Pengda Persambi DIY Terpilih, Yuni Rukmawati, sepakat perihal atlet fokus pada satu cabor bela diri saja. Namun ia tidak memungkiri bahwa dalam event Kejurda Sambo DIY Tahun 2021 yang digelar di Padepokan Judo Pengda PJSI DIY, Bantul, Minggu (20/6/2021) lalu, masih banyak terdapat atlet peserta dari berbagai macam latar belakang bela diri.

"Fokus satu cabor itu bagus dan Persambi DIY sepakat. Langkah kami dari hasil kejurda ini juga untuk mendata dan membuat database atlet, yang kemudian kami pilah dan pilih, serta memastikan mereka agar hanya bertanding untuk cabang olahraga sambo pada event mendatang. Untuk itu pembinaan latihan dan monitoring akan kami maksimalkan," ungkap Yuni.

Perihal maksud dan tujuan diadakannya kejurda itu, di antaranya untuk memenuhi salah satu syarat menjadi Anggota KONI DIY. Kemudian sosialisasi olahraga sambo kepada masyarakat DIY, serta menjaring atlet-atlet yang akan mewakili DIY pada event Kejurnas Sambo Tahun 2021, eksibisi PON XX Papua 2021, dan Asian Sambo Beach Games Tahun 2021 di Bali.

"Setelah kegiatan kami juga akan memonitor kegiatan pemusatan latihan daerah, menyiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) pelatih dan wasit sambo lebih banyak, serta berharap memiliki camp atau tempat latihan sendiri sehingga kegiatan bisa lebih bisa dipantau dan maksimal," imbuh dia.

Pada Kejurda Sambo DIY 2021, Kontingen Kota Yogyakarta tampil mendominasi dengan perolehan 3 emas, 4 perak, 3 perunggu. Disusul Kabupaten Kulon Progo dengan 2 emas, 2 perak, 6 perunggu. Lalu Kabupaten Sleman dengan 1 emas, 3 perak, 5 perunggu. Kabupaten Gunungkidul dengan 1 emas 1 perak, dan Kabupaten Bantul dengan 1 emas, 4 perunggu. (tsf)

Selengkapnya baca di Tribun Jogja edisi Selasa 29 Juni 2021, halaman 10.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved