Breaking News:

Pemprov Jateng Luncurkan Sistem Informasi Pelayanan Kehumasan dan Keprotokolan

Pemprov Jateng meluncurkan Sistem Informasi Pelayanan Kehumasan dan Keprotokolan atau "Si Pelem Keprok" secara virtual.

Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Sistem Informasi Pelayanan Kehumasan dan Keprotokolan atau "Si Pelem Keprok" 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menggalakkan reformasi birokrasi di segenap jajarannya.

Berbagai inovasi ditelurkan dengan memanfaatkan media sosial dan optimalisasi _Internet of Things_ (IoT). 

Hal itu sejalan dengan visi misi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk menciptakan pelayanan dan keterbukaan informasi publik yang berkualitas di Jateng dengan menerapkan prinsip mudah, murah, cepat dan menggunakan sistem digital.

Selain itu, juga disinkronkan dengan program pemerintah pusat.

Baru-baru ini pada Jumat (25/6/2021), Pemprov Jateng meluncurkan Sistem Informasi Pelayanan Kehumasan dan Keprotokolan atau "Si Pelem Keprok" secara virtual.

Baca juga: Ganjar Pranowo Ajak Warga ikut Terlibat dalam Merawat Rawa Jombor Klaten

Inovasi yang diinisiasi oleh Bagian Humas dan Protokol, Biro Umum Setda Provinsi Jateng ini merupakan pengembangan pengelolaan pelayanan kehumasan dan keprotokolan, yang sebelumnya masih dilaksanakan secara manual, parsial dan belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP).

Kini, pelaksanaan koordinasi internal itu diaplikasikan secara digital melalui kanal website “Si Pelem Keprok” di laman humas.jatengprov.go.id dan dapat diakses oleh masyarakat umum. 

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) Prasetyo Aribowo mengatakan melalui sistem informasi digital itu harapannya dapat meningkatkan kinerja humas dan protokol Pemprov Jateng, utamanya dalam menyampaikan program dan kinerja pemerintah daerah kepada masyarakat.

“Peran humas dan protokol sangat strategis dalam menyampaikan program dan kinerja pemda pada khalayak, sekaligus menyiapkan tata tempat, tata upacara dan tata penghormatan dalam sebuah acara resmi atau kenegaraan,” ungkap Prasetyo.

“Inovasi ini sangat relevan dengan _grand design_ reformasi birokrasi khususnya pada area tata laksana pemerintah berkelas dunia ( _world class government_) pada tahun 2025,” tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved