Breaking News:

Dosen dan Mahasiswa Universitas Amikom Lakukan Pendampingan Literasi Media di Bantul

Terpaan berita hoax semakin mudah ditemukan dan rawan disebarluaskan di media sosial khususnya melalui aplikasi pesan singkat.

Istimewa
Program Studi Ilmu Komunikasi menyelenggarakan pelatihan antisipasi berita hoax sekaligus pendampingan praktek editing video dan pembuatan karya dengan teknik pewarnaan Shibori bagi warga RT 37 Desa Kediwung, Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terpaan berita hoax semakin mudah ditemukan dan rawan disebarluaskan di media sosial khususnya melalui aplikasi pesan singkat.

Tidak hanya anak-anak, literasi media saat ini semakin difokuskan pada pendampingan orangtua dalam mengakses berita.

Terbatasnya literasi media yang dimiliki oleh orangtua membuat mereka mudah percaya pada berita yang
didapat untuk kemudian disebarkan tanpa mengecek ulang apakah berita tersebut benar atau justru berita bohong.

Kondisi ini diperparah dengan semakin bertambahnya usia orangtua dan ketidaktahuan bahaya dari penyebaran berita hoax.

Sadar akan hal itu, pegiat literasi media sekaligus dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, Novita Ika Purnamasari, S.I.Kom, M.A, bekerjasama dengan Kelompok 3 Mahasiswa kelas 18IK1
Program Studi Ilmu Komunikasi menyelenggarakan pelatihan antisipasi berita hoax sekaligus pendampingan praktek editing video dan pembuatan karya dengan teknik pewarnaan Shibori bagi warga RT 37 Desa Kediwung, Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta.

Diselenggarakan pada Jumat (25/6/2021), pelatihan tersebut dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi hingga siang dengan pelatihan tangkal berita hoax dengan pemateri Novita Ika Purnamasari, S.I.Kom, M.A diikuti oleh orangtua yang terdiri dari bapak-bapak maupun ibu-ibu RT 37 serta beberapa kalangan anak muda desa setempat yang peduli dengan bahaya hoax.

Kemudian dilanjutkan praktek pewarnaan shibori yang dikhususkan bagi ibu-ibu warga desa setempat dengan didampingi oleh Dyah Maydhaningrum S.IP, MM selaku Ketua Pengelola PKBM Wijaya Kusuma Yogyakarta.

Tidak cukup sampai di situ, malam harinya, Kelompok 3 Mahasiswa kelas 18IK1 Program Studi Ilmu Komunikasi mengajak pemuda desa dan bapak-bapak setempat melakukan pelatihan dengan praktek editing video.

Ketiga kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian dosen dan mahasiswa dalam berbagi pengalaman dan keterampilan pada masyarakat sekitar sekaligus realisasi program pengabdian masyarakat dan proyek komunikasi.

Respon dan antusiasme dari warga Desa Kediwung yang meskipun secara geografis berada di selatan Kota Yogyakarta, tampak ketika para peserta aktif bertanya, meminta pendampingan saat praktek dan juga berbagi
pengalaman seputar berita hoax, kesulitan editing video dan keinginan untuk mengembangkan potensi usaha dari karya berbasis pewarnaan shibori.

Terlebih lagi, RT 37 merupakan Kawasan potensial wisata alam Bukit Panguk yang ramai dikunjungi pelancong
local maupun luar kota.

Sebagai informasi, shibori merupakan teknik pewarnaan kain yang diikat dan dicelupan ke pewarna.

Motif yang dihasilkan pun terkesan eksklusif karena tidak akan menghasilkan corak yang sama dari setiap hasil pencelupan.

Diselenggarakan dalam situasi pandemi Covid-19, ketiga kegiatan pelatihan ini tetap memperhatikan penerapan
protokol kesehatan dalam setiap pelaksanaan. (Adv)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved