Erupsi Gunung Merapi
Update Gunung Merapi 24 Juni 2021, Guguran Lava Pijar Meluncur 8 Kali Pagi Tadi
Gunung Merapi teramati meluncurkan delapan kali guguran lava pijar sepanjang periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, Kamis (24/6/2021).
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati meluncurkan delapan kali guguran lava pijar sepanjang periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, Kamis (24/6/2021).
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida merinci, jarak luncur maksimum guguran lava pijar adalah sejauh 1.200 meter.
Adapun material vulkanik mengarah ke barat daya.
"Hasil amatan visual lain menunjukkan gunung jelas. Asap kawah tidak teramati," terang Hanik.
Kemudian, hasil amatan meteorologi menunjukkan cuaca di Gunung Merapi adalah berawan dan mendung.
Angin bertiup sedang ke arah barat laut.
Baca juga: Kabar Gunung Merapi Terkini, Lima Kali Keluarkan Guguran Lava Pijar
"Suhu udara 14-21 °C, kelembaban udara 70-75 %, dan tekanan udara 836-944 mmHg," tandasnya.
Menimbang hasil amatan itu, BPPTKG menetapkan status Gunung Merapi di level III atau Siaga.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tambahnya. ( Tribunjogja.com )