Breaking News:

Kasus Covid-19 di Klaten Belum Reda, Muncul Klaster Rapat, Hajatan dan Keluarga di Jogonalan

Sebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah belum juga mereda. Terbaru, muncul klaster koperasi, hajatan hingga klaster keluarga di

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Berita Update Corona di DI Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah belum juga mereda. Terbaru, muncul klaster koperasi, hajatan hingga klaster keluarga di sejumlah desa di Kecamatan Jogonalan.

Dari beberapa klaster penularan COVID-19 itu, Klaster koperasi yang paling menyedot perhatian. Total 32 warga terkonfirmasi positif dari klaster tersebut.

"Klaster koperasi ini ada di Desa Karangdukuh. Ada 32 orang yang sempat terkonfirmasi positif," ujar Ketua Satgas PP COVID-19 Jogonalan, Sutopo saat Tribunjogja.com temui di kantornya, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS: REKOR Kasus Covid-19 di DI Yogyakarta, 24 Juni 2021 Tembus 791 Kasus Baru 

Ia mengatakan, selain di itu muncul juga klaster rewang (gotong royong) hajatan di Desa Sumyang. Total ada 9 warga yang sempat terkonfirmasi COVID-19.

"Jadi klaster hajatan ini muncul dari adanya warga yang rewang hajatan. Saat itu ada beberapa yang mengeluh tidak enak badan dan akhirnya jadi di swab ada 9 yang positif," katanya.

Menurutnya, klaster hajatan tersebut sudah berlangsung sejak beberapa waktu terakhir dan berkemungkinan para warga yang positif itu sudah hampir sembuh.

"Kades Sumyang ini juga sudah lapor pada kami kalau warganya yang isolasi disiplin sesuai prokes," jelasnya.

Baca juga: Dua Orang Pria Todongkan Celurit ke Mahasiswi dan Merampas HP di Lingkungan Kampus ISI Yogyakarta

Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Camat Jogonalan mengatakan, juga terdapat klaster keluarga di Desa Kraguman dan Desa Gondangan.

Untuk antisipasi, sebutnya, pihaknya sudah memerintahkan para Kepala Desa tersebut untuk melakukan mitigasi COVID-19 di desa itu seperti penyemprotan disinfektan.

"Saya minta kepala desa memperketat penerapan prokes di desa-desa yang ada," katanya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved