Breaking News:

COVID-19 di Klaten Masih Fluktuatif, Dinkes: Didominasi Kontak Erat dan Transmisi Lokal

Dua pekan terakhir sebaran COVID-19 di Kabupaten, Klaten Jawa Tengah mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Akibatnya, Kabupaten Klaten saat ini

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Klaten, cc.Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Klaten, Anggit Budiarto saat ditemui di Komplek RSPD Klaten, Kamis (24/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dua pekan terakhir sebaran COVID-19 di Kabupaten, Klaten Jawa Tengah mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Akibatnya, Kabupaten Klaten saat ini berstatus zona merah atau resiko tinggi penularan COVID-19.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan peningkatan terjadi didominasi oleh kontak erat dan transmisi lokal.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Klaten Belum Reda, Muncul Klaster Rapat, Hajatan dan Keluarga di Jogonalan

"Saya harus katakan, peningkatan ini berawal dari kontak erat dan transmisi lokal kegiatan-kegiatan tertentu," ucapnya saaat Tribun Jogja temui, Kamis (24/6/2021).

Ia mengatakan, pencegahan kontak erat dan transmisi lokal tersebut dapat diminimalisir jika masyarakat mematuhi dan disiplin prokes COVID-19 di manapun berada.

"Memang harus diakui, dua minggu terakhir ini terjadi fluktuasi kenaikan COVID-19 di Klaten. Rabu kemarin kita 153, Selasa-nya 216, itu bisa mengindikasikan adanya kenaikan kasus yang cukup besar," jelasnya.

Selain itu, kata Anggit, tingkat keterisian tepat tidur pasien COVID-19 di rumah sakit rujukan COVID-19 di Klaten sudah terisi hampir 98 persen.

Baca juga: BREAKING NEWS: REKOR Kasus Covid-19 di DI Yogyakarta, 24 Juni 2021 Tembus 791 Kasus Baru 

Untuk mengataasi kekurangan, pihaknya telah meminta 12 rumah sakit rujukan COVID-19 untuk menyiapakan bed tambahan.

"Jumlah bed rumah sakit untuk pasien COVID-19 di Klaten disediakan sebanyak 487 tempat tidur. Semuanya penuh sehingga kita tambah 103 tempat tidur, namun baru terealisasi 30-an tempat tidur," jelasnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved