Breaking News:

Pengemudi Mobil Pelat Merah Nyetir Sambil Merokok, Begini Tanggapan Biro Hukum Pemda DIY

Pengemudi Mobil Pelat Merah Nyetir Sambil Merokok, Begini Tanggapan Biro Hukum Pemda DIY

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Foto mobil dinas yang viral di medsos. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebuah video yang berisikan rekaman seorang yang diduga Aparatur Sipil Negara (ASN) sedang merokok saat mengendarai mobil dinas nomor polisi AB 1617 UH viral di media sosial.

Video tersebut beredar luas di jagat maya salah satunya akun twitter @Merapi_cover yang mengunggah ulang video tersebut.

Dalam video itu ditampilkan seseorang mengenakan kemeja warna putih lengan panjang, dan tangan dari orang tersebut terlihat sedang memegang rokok yang masih menyala.

"Kesel banget kalau lihat orang merokok di jalan dan rokoknya dikeluarkan kayak gitu. Kasian yang naik motor bisa kena abu rokoknya. Apalagi kalau sampai masuk ke mata. Padahal kalau dilihat dari mobilnya, tahu aturan," tulis narasi dalam video berdurasi 9 detik tersebut.

Video itu diunggah ulang oleh akun @Merapi_undercover pada Senin (21/6/2021) sekitar pukul 11.15 WIB, dan kini telah mendapat komentar sebanyak 62 komentar dan telah diretweet sebanyak 211.

Tingkah laku yang diduga seorang ASN itu pun turut direspon Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah DIY Dewo Isnu Broto.

Ia menyayangkan tindakan pengemudi pelat merah tersebut yang dengan santainya membuka kaca mobil dan mengeluarkan tangannya yang terlihat memegang rokok yang masih menyala.

Baca juga: Kemenkes Imbau Masyarakat Tidak Bedakan Merek Vaksin Saat Jalani Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Sekda Bantul : BTT Masih Rp7,9 miliar, Refokusing APBD jadi Opsi Terakhir

Tindakan tersebut bisa saja berpotensi melanggar Peraturan Gubernur (Pergub) DIY Nomor 42 Tahun 2009 tentang kawasan dilarang merokok.

"Kalau melanggar pergub coba dilihat dulu dimana lokasi dia merokok. Karena dalam pergub mengatur lokasi lokasi yang dilarang merokok," jelasnya, kepada Tribun Jogja, Senin (21/6/2021).

Namun yang masti, Dewo menegaskan bahwa ASN tersebut sudah melanggar kode etik ASN.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved