Breaking News:

Musrenbang RPJMD 2021-2026, Pemkot Magelang Fokuskan Penanganan Covid-19

Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar
Pemkot Magelang gelar Musrenbang RPJMD 2021-2026, Senin (21/06/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM,  KOTA MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Makassar Tahun 2021-2026.

Dalam kegiatan tersebut, disesuaikan dengan visi dan misi Pemkot Magelang terutama dalam menangani pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz mengatakan, sesuai dengan slogan Kota Magelang Maju, Sehat, dan Bahagia maka penanganan akan Covid-19 lebih diutamakan.

Baca juga: Pemkab Klaten Lakukan Vaksinasi COVID-19 secara Massal, Target 1.000 Warga per Hari

"Hal ini terlihat dari anggaran yang dilakukan recofusing untuk berfokus dalam pengendalian Covid-19. Maka  dari itu, program-program stategis baik dari segi ekonomi dan kesehatan, dibuat pun utamanya untuk penanganan pandemi," jelasnya saat Musrenbag RPJMD secara virtual, Senin (21/06/2021).

Ia menambahkan, melalui forum Musrenbang RPJMD diharapkan masyarakat yang tergabung dapat memberikan saran untuk membangun Kota Magelang.

Terutama, kegiatan-kegiatan memiliki pengaruh positif kepada pembangunan.

"Kami disini bukanlah manusia yang sempurna, masih banyak kekurangan. Sehingga, tentunya perlu dukungan dari semua masyarakat agar apa yang menjadi program kerja kami bisa terealisasi dengan baik," tuturnya.

Sementara itu, Kepala BKAD Kota Magelang, Wawan Setiadi menuturkan, pada 2020 untuk ruang fiskal keuangan daerah mengalami penurunan.

Hal tersebut, dinilai sebagai dampak pandemi yang membuat skenario pengangaran pembangunan daerah juga ikut menurun.

Baca juga: UPDATE COVID-19 di Klaten 21 Juni 2021: 59 Sembuh, 111 Terkonfirmasi Baru, 10 Meninggal Dunia

"Jadi rasio ruang fiskal ini, untuk mengindikasi skenario pengangaran pembangunan. Semakin besar angkanya semakin baik. Tahun 2020, capaian ini menurun menjadi 48,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya 50,09 persen, sebelum adanya pandemi," terangnya.

Hal serupa pun terjadi pada  total pendapatan daerah di Kota Magelang yang juga mengalami penurunan.

Berdasarkan data pada 2020 pendapatan daerah mencapai sekitar Rp946 miliar sedangkan pada tahun sebelumnya  sebesar Rp967 miliar.

"Memang dampak pandemi ini,  mempengaruhi pendapatan daerah. Namun, kami tetap optimis pada tahun mendatang diproyeksikan pendapatan daerah akan lebih baik lagi," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved