Breaking News:

Kisah Gadis Kena Covid-19, Padahal Sudah Divaksin. Mengapa Sudah Divaksinasi Bisa Terinfeksi Lagi?

Banyak orang kaget, termasuk S, mengapa masih bisa terpapar Covid-19, padahal dia sudah menjalani vaksin dua kali.

Editor: ribut raharjo
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
MURAL LAWAN COVID. Warga mengenakan masker didepan mural tentang perlawanan terhadap virus Covid-19 di Ringinharjo, Bantul, DI yogyakarta, Selasa (23/6/2020). Dengan terus menerapkan protokol kesehatan kita telah mebantu tim medis yang berada digarda depan melawan pandemi virus Covid-19. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebut saja namanya S. Dia sudah menjalani vaksinasi pada awal-awal vaksinasi dilaksanakan di Indonesia.

Namun pekan lalu, kala dia akan mendatangi satu acara dan mensyaratkan swab antigen, hasilnya positif.

Dia langsung melakukan PCR dan keesokan harinya, dia dinyatakan positif Covid-19.

Meski tidak bergejala, kini dia menjalani isolasi di satu rumah sakit swasta. Hari-harinya diisi dengan olahraga, berjemur dan membaca melalui ponsel pintarnya.

Banyak orang kaget, termasuk S, mengapa masih bisa terpapar Covid-19, padahal dia sudah menjalani vaksin dua kali.

Ya, sejak pandemi Covid-19 mulai menyebar, berbagai mitos beredar terkait virus corona, mulai dari menghirup air panas dan mengonsumsi lemon untuk membunuh virus corona, tidak akan tertular lagi jika sudah pernah terinfeksi, hingga sekarang muncul mitos-mitos soal vaksin Covid-19.

Bahkan, tak sedikit orang yang meyakini bahwa setelah mendapatkan dua dosis suntik vaksin Covid-19, dirinya akan kebal dari infeksi virus corona.

Faktanya, menurut Spesialis penyakit menular Lyssette Cardona, MD dari Cleveland Clinic, vaksinasi memang menjadi salah satu senjata terbaik dalam memerangi Covid-19, tapi mendapatkan vaksin Covid-19 tidak membuat siapa pun kebal terhadap Covid-19, sekalipun telah mendapat dosis lengkap.

Anda mungkin berharap, bisa segera terbebas dari pembatasan sosial dan keharusan memakai masker, sehingga bisa merasakan kembali kehidupan normal seperti sebelum corona, tetapi Dr. Cardona memperingatkan bahwa sekarang bukan saatnya untuk lengah.

Masih ada kemungkinan Anda bisa terinfeksi. Vaksin Covid-19 melindungi diri dari gejala parah dan kematian Dr. Cardona menegaskan, bahwa tidak ada vaksin yang menawarkan perlindungan 100% terhadap penyakit, namun memberikan Anda kesempatan yang lebih baik untuk melawan efek infeksi jika terpapar virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved