Breaking News:

Pemilik Tanah Terdampak Tol di Kranggan Terima Rp78,7 Miliar

Pencairan uang ganti rugi (UGR) tanah terdampak pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten terus bergulir.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Sejumlah warga saat mengikuti musyawarah ganti kerugian tanah terdampak tol Yogyakarta-Solo di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jumat (28/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pencairan uang ganti rugi (UGR) tanah terdampak pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten terus bergulir. Kali ini, pencairan UGR tanah terdampak tol tersebut memasuki Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Jumat (18/6/2021).

Total terdapat 116 bidang tanah milik warga dan tanah kas desa (TKD) yang ikut diterjang oleh pembangunan proyek strategis nasional (PSN) tersebut. Adapun seratusan bidang tanah terdampak pembangunan tol itu, nilai total pembayaran UGR adalah sebesar Rp78,7 miliar.

Pantauan di lokasi, pencairan UGR tol di desa itu berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Para penerima UGR dibagi pada dua sesi untuk menghindari terjadinya kerumunan saat pencairan UGR tersebut.

Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utomo mengatakan, pencairan UGR kali ini merupakan tahap pertama. "Pencairan kali ini tahap pertama, dari total 133 bidang tanah terdampak pembangunan tol Yogyakarta-Solo," ujar Gunawan ditemui di kantor desa tersebut.

Ia mengatakan, adapun 17 bidang tanah yang belum dibayarkan oleh pihak panitia pengerjaan jalan tol Yogyakarta-Solo karena persyaratan administrasi dari tujuh bidang tanah milik warga belum lengkap.

"Jadi sisa 17 bidang tanah ini 10 bidang adalah tanah kas desa atau TKD. Tanah kas desa ini masih proses untuk pencairan UGR, begitu juga dengan tujuh bidang tanah milik warga yang belum," ucapnya.

Sementara itu, Staf PPK pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo di Klaten, Christian Nugroho menambahkan pembayaran UGR bagi 116 bidang tanah terdampak tol tersebut jika dijumlahkan senilai Rp78,7 miliar.

"Kalau totalnya 116 bidang tanah ini sebanyak Rp78,7 miliar. Pembayaran dibagi dalam dua sesi undangan untuk mencegah kerumunan," imbuhnya. (mur)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Sabtu 19 Juni 2021 halaman 06.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved