Breaking News:

Pelatih Wajib Perhatikan Psikologis Atlet DIY

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY kembali menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek).

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Taufiq Syarifudin
Anggota Bidang IPTEK Olahraga dan Litbang KONI DIY, Agung Nugroho saat memberikan keterangan pada wartawan, Jumat (18/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY kembali menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek). Kali ini kegiatan yang dilakukan di kantor KONI DIY itu membahas soal optimalisasi multi peran pelatih, fokusnya pada aspek psikologi atlet.

Kegiatan Bimtek dibuka oleh Wakil Ketua Umum KONI DIY, Pramana pada Jumat (18/6/2021). Dalam sambutannya, ia percaya bahwa atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) DIY memiliki teknik dan fisik yang mumpuni. Hanya saja, kondisi psikologi atlet perlu diperhatikan.

“Jadi pendampingan psikologi pada atlet juga penting disamping latihan fisik dan teknik. Bisa saja saat pertandingan atau latihan si atlet memiliki masalah di luar yang bisa mengganggu fokus. Di sini peran pelatih untuk bisa kembali membangkitkan semangatnya," kata Pramana.

Kegiatan Bimtek ini dihadiri oleh 54 pelatih semua cabor. Dari jumlah tersebut menurut Kabid Pembibitan dan Pembinaan Prestasi KONI DIY Agung Nugroho terdapat beberapa pelatih yang absen karena ada hal yang tidak bisa ditinggalkan.

"Beberapa pelatih meminta izin, ada satu yang mengikuti Pelatnas, satu lagi dari balap motor itu ke sirkuit Sentul, ada yang lagi isoman tapi sekarang dia sudah baikan, satu lagi dari terbang layang absen karena beberapa hari ini hujan, jadi latihan banyak terkendala," katanya.

Agung berharap seluruh pelatih untuk tetap mendampingi dan bijak mengatasi para atletnya. "Karena sekarang ketika sudah mendekati pertandingan faktor mental sangat mempengaruhi, bahkan faktor keluarga sangat mempengaruhi,” ujar Agung.

“Biasanya pelatih inginnya latihan serius terus, tapi itu tidak baik juga, apalagi hal itu kerap dianggap remeh. Nah dari Bimtek ini harapannya mereka bisa mengetahui bagaimana bisa memberikan semangat," jelas Agung.

Agung juga menginformasikan bahwa program ini dapat dilaksanakan secara kelompok kecil tiap cabor ataupun individu atlet ke depan. Hal ini sebagai bentuk antisipasi ada atlet yang memiliki masalah dengan klubnya, atau dengan lingkungan sekitarnya termasuk orang tua.

Adapun, kegiatan ini merupakan Bimtek yang ketiga, dan pada waktu yang akan datang, Agung mengisyaratkan bakal menggelar Bimtek selanjutnya yang membahas soal evaluasi hasil try out dan tes fisik.

"Nanti kita juga ada Bimtek hasil try out dan tes fisik, ini masalahnya karena ada beberapa cabor yang tidak jadi ikut try out, seperti terjun payung dan gantole," pungkas Agung. (tsf)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Sabtu 19 Juni 2021 halaman 10.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved