Breaking News:

GASPOL 52

Motor 'Garuk Tanah' Sang Ikonik Suzuki TS125

MESKI usia motor ini terbilang tak lagi muda, Suzuki TS125 masih digemari para pecinta 'garuk tanah', bahkan jadi incaran kolektor roda dua.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Agus Wahyu
Motor 'Garuk Tanah' Sang Ikonik Suzuki TS125 - gaspol-ts1.jpg
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
ENAMPAKAN Suzuki TS 125 berkelir kuning koleksi Bilal Bento.
Motor 'Garuk Tanah' Sang Ikonik Suzuki TS125 - suzuki-ts-125-berkelir-kuning-koleksi-bilal-bento.jpg
TRIBUNJOGJA/ Hanif Suryo
Suzuki TS 125 berkelir kuning koleksi Bilal Bento.

MESKI usia motor ini terbilang tak lagi muda, Suzuki TS125 masih digemari para pecinta 'garuk tanah', bahkan jadi incaran kolektor roda dua. Cukup beralasan, apalagi kala itu motor trail mendapat tempat begitu luas di hati kolektor roda dua.

Tak heran, motor yang eksis pada 1993 sampai 2005 ini harganya melejit fantastis. Satu di antara yang memiliki TS125 ialah Bilal Bento, pemuda asal Segoroyoso, Pleret, Bantul.

Tak cukup satu, Bento bahkan mengoleksi dua unit Suzuki TS125 tahun 2003, berkelir kuning dan hitam. "Dulunya memang sudah menggemari motor trail, tetapi basicnya bukan TS 125. Nah ketika berkunjung ke rumah seorang teman, ada yang punya Suzuki TS125 ini. Saya pun mulai tertarik. Ketika 2016 itu, Suzuki TS125 harganya masih sekira Rp20 juta dapat motor dalam kondisi orisinil," tambahnya.

Akan tetapi, lantaran budget yang ia miliki saat itu belum mencukupi, ia akhirnya baru dapat memiliki Suzuki TS 125 pertamanya setahun berikutnya atau pada 2017. Dalam rentang waktu satu tahun saja, pasaran Suzuki TS 125 ini sudah melejit harganya.

Bento menceritakan, Suzuki TS 125 pertamanya ia beli langsung ke pemiliknya di Semarang seharga Rp35 juta. Menariknya, informasi soal Suzuki TS 125 tersebut tak ia dapat melalui iklan, melainkan dari mulut ke mulut.

Kondisi Suzuki TS125 tersebut pun istimewa, mempertahankan originalitas, bahkan dari handgrip hingga knalpot pun masih bawaan pabrik. "Warnanya asli, sesuai BPKB, STNK, dan Faktur tangan pertama. Motor ini komplit, pajak juga jalan. Pelatnya kode H (Semarang)," kata Bento.

Secara desain, Suzuki TS125 merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya. Paling membedakan, yaitu suspensi depan lebih tinggi yang dipadukan dengan suspensi belakang monoshock.

Pasalnya, versi 'jadul' masih dualshock ala Yamaha DT. Kinerja suspensi yang diperbaiki berimbas pada ketinggian motor.

Pemotor yang gemar bertualang juga diberkati, karena bobot motor cukup enteng hanya 105 kg. Membuat Suzuki TS125 lebih lincah dan tak terlalu menguras tenaga saat diajak trabas.

Satu di antara keunggulan TS125 lainnya, yakni di sisi mesin mengusung reed valve system atau katub buluh. Transmisinya juga sudah 6-percepatan membuat eskalasi tenaga lebih merata.

"Di luar dugaan, motor ini memang melebihi ekspektasi saya. Dengan kondisi orisinil dari pabrik, Suzuki TS 125 yang tak bisa lagi dikatakan muda ini menawarkan performa yang luar biasa dan masih nyaman dikendarai," tambahnya.

Sejauh ini, Suzuki TS 125 berkelir kuning miliknya sudah menerima tawaran tertinggi hingga Rp60 juta dari seorang kolektor di Bandung, Jawa Barat. Namun, Bento belum memiliki niat untuk melepas tunggangan koleksinya tersebut. (han)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Minggu 20 Juni 2021 halaman 07.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved