Breaking News:

Aktivitas Gunung Merapi

BPTTKG Imbau Penambangan Pasir Dihentikan, Merapi Keluarkan 16 Kali Guguran Lava Pijar

BPTTKG merekomendasikan agar aktivitas penambangan pasir di hulu Merapi dihentikan, menyusul adanya guguran lava pijar sebanyak 16 kali.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Agus Wahyu
Twitter BPPTKG
Awan panas guguran #Merapi tanggal 10 Juni 2021 pukul 01.26 WIB tercatat di seimogram dengan amplitudo 28 mm dan durasi 84 detik. Cuaca berkabut, estimasi jarak luncur 1200 m ke arah barat daya. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi kembali mengeluarkan 16 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya, Sabtu (19/6/2021). Informasi tersebut didapatkan dari pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada periode pukul 00:00-06:00 WIB.

Secara meteorologi, cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 18-21 °C, kelembaban udara 71-90 %, dan tekanan udara 570-707 mmHg. Secara visual, gunung terlihat jelas.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 400 m di atas puncak kawah. Secara kegempaan, tercatat ada 58 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-23 mm berdurasi 10-125 detik.

Hembusan tercatat 6 kali beramplitudo 4-11 mm dengan durasi 10-27 detik. Gempa hybrid atau fase banyak terjadi sejumlah 18 kali dengan amplitudo 3-32 mm, S-P 0.3-0.5 detik dan durasi 4-14 detik.

Hingga kini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih di level III atau Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya. Area itu meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida mengatakan, lontaran material vulkanik saat erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

“Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan dihentikan. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” kata Hanik. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved