Breaking News:

Penonton Pertunjukan Seni Dibatasi Hingga 25 Persen

Dispar DIY membuat kebijakan membatasi kapasitas pengunjung hingga 50 persen, terkait lonjakan kasus Covid-19 di DIY.

Penulis: Santo Ari | Editor: Agus Wahyu
DOK. tribunjogja
Ilustrasi sebuah pagelaran pertunjukan seni di Plaza Pasar Ngasem, beberapa waktu silam. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lonjakan kasus Covid-19 melanda di berbagai daerah termasuk DIY dan provinsi lain. Dinas Pariwisata (Dispar) DIY pun membuat kebijakan membatasi kapasitas pengunjung hingga 50 persen. Untuk pertunjukan seni, dibatasi hingga 25 persen.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menyatakan, bahwa kasus yang terkonfirmasi corona cukup masif di beberapa daerah di sekitar DIY, dan hal ini tentu saja hal ini menjadi kewaspadaan pemerintah DIY. Ia mengatakan, bahwa lonjakan kasus ini akan berpengaruh pada industri pariwisata di DIY.

Singgih menyatakan, pengaruh ke dunia pariwisata tentu ada, karena data dari aplikasi Visiting Jogja, wisatawan yang ke DIY berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur cukup banyak. “Walaupun wisatawan lokal DIY masih mendominasi," ujarnya, Jumat (18/6/2021).

Singgih juga menekankan bahwa secara umum, aturan penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata masih sama. Yakni, harus dilakukan pembersihan total atau sterilisasi dalam satu hari, kapasitas pengunjung dibatasi hingga 50 persen, termasuk menyediakan tempat cuci tangan dan penerapan prokes lainnya.

"Kemudian ada aturan yang baru, apabila ada kegiatan seperti seni pertunjukan atau event, itu kapasitasnya 25 persen. Supaya tidak menimbulkan kerumunan," imbuhnya.

Singgih juga mengatakan, bahwa aturan penutupan destinasi wisata di zona oranye dan merah masih berlaku. Potensi penularan Covid-19 di dua zona tersebut cukup tinggi, maka dari itu destinasi wisata di zona merah dan oranye diharuskan untuk tidak beroperasi agar tidak timbul kasus baru.

Adapun ntuk pengaturan lebih lanjut tentang zona ini, berada di pemerintah kabupaten/kota. Sementara untuk mengantisipasi kedatangan wisatawan dari luar DIY, ia menjelaskan bahwa persyaratan pelaku perjalanan antar provinsi masih berlaku dan diberlakukan secara ketat.

Para pelaku perjalanan harus dilengkapi dengan surat keterangan sehat atau antigen dan GeNose c19 dengan hasil negatif. "Kami juga akan melakukan skrining, secara acak bagi pelaku perjalanan atau wisatawan yang datang ke DIY," ucapnya.

Agar tak terjadi penambahan kasus karena kunjungan wisata, ia pun mengimbau seluruh pengelola destinasi wisata dapat menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Ketua Pengusaha Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo menjelaskan, ada 16 hotel dan penginapan yang siap menampung warga yang baru datang dari luar kota. Misalnya, orang yang baru datang dari luar negeri dan harus isolasi mandiri.

“Mereka yang harus isolasi mandiri bukan kena Covid-19 bisa menginap dulu di hotel,” ujarnya.

Pihaknya juga menyebut, dari 200 hotel dan resto di DIY, 160an di antaranya, sudah bersertifikasi CHSE. Sehingga, pihaknya memastikan aman bagi para wisatawan dan pengunjung yang hendak bervakansi di DIY.

“Semua siap untuk meeting dan juga menyambut Work From Jogja dan kami jalankan standar prokes,” ulas Deddy. (nto)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Sabtu 19 Juni 2021 halaman 05.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved