Breaking News:

PSS Sleman

Marco Klarifikasi Curhatan Batata Soal EPO

Eks pemain PSS Sleman, De Castro Guilherme Felipe atau yang dikenal sebagai Batata mengunggah curhatan di akun Instagram pribadinya.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
instagram @pssleman
Legiun asing keempat PSS Sleman, Guilherme Felipe de Castro 'Batata'. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Eks pemain PSS Sleman, De Castro Guilherme Felipe atau yang dikenal sebagai Batata mengunggah curhatan di akun Instagram pribadinya soal masalah pengurusan Exit Permit Only (EPO) yang belum diurus oleh manajemen PSS Sleman, Rabu (16/6/2021).

"Saya tidak mengerti apa masalah manajemen PSS kepada saya, saya ingin bermain di klub lain di Indonesia, tapi terkendala dengan EPO Visa yang tidak segera diurus oleh manajemen PSS,” tulis Batata di laman akun instagram miliknya.

“Saya mencoba mengontak mereka (manajemen PSS) tapi tidak ada respons, saya hanya ingin bermain dan kembali di Indonesia, negara yang saya cintai. Saya berharap jam profesional seperti yang saya katakan, Sleman Ale!," lanjut Batata.

Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Marco Garcia Paolo terkejut dengan pernyataan Batata itu. “Saya kecewa Batata tidak cek terlebih dahulu bagaimana situasi yang sebenarnya. Perlu diklarifikasi kepada siapa Batata melakukan kontak tersebut,” ujar Marco.

Marco pun menampik pernyataan Batata yang mengatakan PSS tidak segera mengurus masalahnya (EPO), dan menyebut permohonan dari yang diajukan Batata baru diterima manajemen PSS belakangan ini.

“Manajemen PSS baru menerima permohonan proses ini dari pihak lain yang mengklaim sedang membantu Batata pada Selasa (15/6/2021) sore. Permintaan itu diajukan lewat staf PSS dan langsung diurus. Rabu (16/6) lalu, prosesnya sudah berjalan di Imigrasi Yogyakarta,” urai Marco.

Marco menambahkan jika PSS tidak pernah menahan atau menghambat, justru pihak manajemen membantu supaya proses berjalan cepat. Bahkan masih ada persyaratan dokumen yang belum dilengkapi oleh perwakilan Batata.

Dengan kejadian tersebut, Marco menyayangkan atas sikap Batata yang diklaim PSS telah memprovokasi, menyebarkan berita yang tidak sesuai fakta kepada publik, ia juga menganggap Batata dapat merugikan PSS.

“Untuk itu, saya minta Batata untuk tidak memperpanjang masalah ini. Kepada Batata untuk segera sampaikan klarifikasi dan permohonan maaf dengan segera karena hal ini sudah ramai dan viral di publik. Saya tunggu segera,” jelas Marco. (tsf)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Jumat 2021 halaman 10.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved