Breaking News:

Jawa

Industri Wisata Kabupaten Magelang Ikut Terimbas Pandemi

Jumlah kunjungan di Nepal Van Java turun hingga 50 persen bila dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Pengelola Nepal Van Java
Destinasi 'Nepal Van Java' di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang mengalami penurunan kunjungan selama pandemi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Industri pariwisata di Kabupaten Magelang menjadi satu di antara sektor yang terkena dampak langsung pandemi COVID-19. 

Satu di antaranya, destinasi wisata Nepal Van Java, di Dusun Butuh, Kabupaten Magelang

Di mana, sejak COVID-19 melanda kunjungan wisata pun ikut melandai.

Penangggungjawab serta pengelola wisata Nepal Van Java, Lilik Setyawan menuturkan, jumlah kunjungan turun hingga 50 persen bila dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi.

Baca juga: Pemkab Magelang Sosialisasikan Gerakan Minum Jamu untuk Tambah Imunitas Tubuh Saat Pandemi

"Biasanya kunjungan wisata di sini (Nepal Van Java) bisa mencapai 20 ribu per hari, sekarang setengahnya saja tidak sampai," tuturnya kepada Tribunjogja.com, pada Rabu (18/06/2021).

Adanya penurunan kunjungan, lanjutnya, membuat pengelola wisata sedikit kesulitan dalam urusan operasional.

Bahkan, untuk mengoptimalkan kinerja pariwisata selama pandemi.

Pihaknya terpaksa mengurangi sumber daya manusia (SDM) yang bekerja di sana.

"Kalau wisata Nepal Van Java kan bersifat out door jadi kalau untuk maintenance tidak memerlukan biaya yang besar. Namun, tidak berarti kami tidak terimbas pandemi. Selama ini, kami  mengurangi tenaga (pekerja) dalam pengelolaan biasanya mempekerjakan 20 orang kini hanya 7 orang saja. Tentu saja ini, untuk menekan biaya operasional  karena sepinya pengunjung," tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved