Breaking News:

Ganjar Ajak Masyarakat Gemar Minum Jamu

Pemkab Magelang galakkan sosialisasi 'Gerakan Minum Jamu' sebagai minuman herbal untuk menjaga kesehatan imun terutama di masa pandemi.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Agus Wahyu
Istimewa
Sekretaris daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Disdagkop UKM, Basirul Hakim, Kepala Bagian Umum Wisnu saat mengikuti kegiatan Gerakan Minum Jamu. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang galakkan sosialisasi 'Gerakan Minum Jamu' sebagai minuman herbal untuk menjaga kesehatan imun, terutama di masa pandemi. Gerakan ini merupakan upaya yang dilakukan serentak oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengenalkan kembali minuman tradisional asli Indonesia itu.

Pemkab Magelang yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Adi Waryanto mengatakan, minimal ada dua hal yang menjadi implikasi atau dampak positif dari minum jamu. Pertama, memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan (imun) tubuh terutama di masa pandemi dan ikut membantu pertumbuhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengan (UMKM) terutama pembuat jamu.

"Sehingga UMKM khususnya produsen jamu tradisional bisa senantiasa terus berjalan, berkembang, termasuk juga membantu kesejahteraan para petani, karena bahan dasar jamu ini berasal dari empon-empon (tumbuhan kesehatan)," katanya saat sosialisasi 'Gerakan Minum Jamu' melalui zoom meeting, Jumat (18/6).

Kepala Disdagkop UKM Kabupaten Magelang, Basirul Hakim mengapresiasi terselenggaranya gerakan minum jamu ini. Menurutnya, gerakan minum jamu ini bisa memberikan contoh yang positif kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dengan cara tradisional herbal yang lebih terjangkau dan aman untuk tubuh.

"Paling tidak kita juga ikut membantu melestarikan jamu tradisional sehingga para UMKM pembuat jamu ini menjadi lebih bersemangat untuk terus memproduksi jamu. Selain itu gerakan ini juga bisa menjadi semacam ajak agar semakin banyak orang menggunakan produk yang alami atau herbal," ungkapnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang juga turut hadir dalam kegiatan virtual itu, menuturkan bahwa, Gerakan Minum Jamu di Jawa Tengah harus terus digalakkan. Ia meminta agar para peneliti tentang jamu bisa menjelaskan mengedukasi kepada masyarakat, bahwa minum jamu sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan.

"Supaya nanti kita semua juga bisa minum jamu dalam negeri. Jamune payu awake sehat (jamunya laku badannya sehat). Apabila itu nanti diberikan kepada para tenaga kesehatan maupun pelayan publik maka akan sangat bermanfaat. Jadi ayo masyarakat semua kita minum jamu," terangnya.

Ganjar juga mengingatkan kembali kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker pada saat melakukan aktifitas di luar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Ia menyebut, di Pulau Jawa saat ini sedang terjadi tren kenaikan kasus Covid-19 yang signifikan dan harus segara ditangani dengan sungguh-sungguh.

"Edukasi masyarakat terus-menerus jangan sampai bosan, ajak tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk menyiarkan kepada publik ora usah kelayaban sik (tidak usah pergi dulu) maskernya wajib, kalau duduk juga pakai jarak, pesta-pesta ditunda dulu, keramaian ditunda dulu, di zona merah sekolah-sekolah seko omah wae (dari rumah dulu). Kita harus bersatu," tegasnya. (ndg)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Sabtu 19 Juni 2021 halaman 06

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved