Breaking News:

Bisnis

Investor Harus Paham Dinamika Market, Aset dan Risiko dalam Bertransaksi Kripto

Dan dalam hitungan bulan, yakni pada bulan Mei 2021, pemain di aset kripto sudah tumbuh lebih dari 50 persen menjadi 6,5 juta orang.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi Webinar saat menghadiri Kompas Talks dengan tema 'Mengelola Demam Aset Kripto-Perlindungan Investor di Perdagangan Aset Kripto’. 

TRIBUNJOGJA.COM - Aset kripto adalah aset investasi yang masih berumur muda dibandingkan dengan berbagai aset lainnya seperti saham, obligasi, properti, dan lain-lain, namun pertumbuhan minat masyarakat untuk berinvestasi di perdagangan aset kripto terus melambung.

Platform perdagangan mata uang kripto pun bermunculan, sehingga menyebabkan dana triliunan rupiah masuk ke pasar mata uang kripto di tengah kelesuan sejumlah investasi.

Merespon hal tersebut, Harian Kompas bersama Kementerian Perdagangan menyelenggarakan Webinar Kompas Talks dengan tema 'Mengelola Demam Aset Kripto-Perlindungan Investor di Perdagangan Aset Kripto’.

Diskusi dilakukan secara Hybrid Conference, yaitu virtual dan offline, yang diselenggarakan Kamis (17/6/2021).

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi dalam membuka diskusi tersebut menyatakan perdagangan ekonomi digital akan mengalami pertumbuhan.

Baca juga: BITCOIN: Negara Ini Berencana Jadikan Mata Uang Kripto sebagai Alat Pembayaran Resmi

Dari data yang dimiliki, perdagangan ekonomi digital pada tahun 2020 mencapai Rp 632 triliun dan akan tumbuh sekitar delapan kali lipat menjadi Rp 4.531 triliun.

"Oleh sebab itu peran perdagangan dalam ekonomi digital menjadi sangat penting dan mesti kita atur. Aset kripto akan jadi sangat penting, karena akan menjadi buah bagian dari hilirisasi ekonomi digital," ujarnya.

Kementerian Perdagangan melihat, pertumbuhan ekonomi kripto ini sangat tinggi.

Dapat dilihat dari jumlah pemain pada 2020 ada sekitar 4 juta orang.

Dan dalam hitungan bulan, yakni pada bulan Mei 2021, pemain di aset kripto sudah tumbuh lebih dari 50 persen menjadi 6,5 juta orang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved