Breaking News:

Dinsos DIY Menyiapkan 78 Shelter di Tingkat Kapanewon untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di 27 rumah sakit rujukan Covid-19 di DI Yogyakarta telah mencapai lebih dari 70 persen.

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIA
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di 27 rumah sakit rujukan Covid-19 di DI Yogyakarta telah mencapai lebih dari 70 persen.

Selain berkoordinasi dengan RS untuk meningkatkan kapasitasnya, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY juga tengah menyiapkan shelter-shelter di Kapanewon.  

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY, Tri Saktiyana mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar dapat menampung pasien Covid-19 yang mengalami lonjakan dalam hal jumlah ini.  

Baca juga: ARDY Tagih Laporan Hasil Pemeriksaan Dugaan Maladministrasi Pergub 1/2021 ke Ombudsman RI

"Dinsos DIY menyediakan slot tambah shelter di tingkat Kapanewon. Jadi ini juga koordinasi dengan pemerintah kabupaten sebagai penyedia tempatnya, dan kami menyediakan permakanan termasuk, vitamin hingga APD," ujarnya saat diwawancarai Rabu (16/6/2021).  

Untuk tenaga kesehatan yang akan bertugas, akan dikoordinasikan dengan Dinsos Kabupaten/Kota dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Termasuk dalam hal ini relawan yang akan bertugas membantu di shelter tersebut.

"Niat kami, shelter itu bisa menampung satu desa saja, tapi pasien antar desa di tingkat kapanewon," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, memaparkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan menyiapkan 78 titik shelter yang ada di kabupaten kota di DIY.

Dari koordinasi tersebut, ia menyatakan bahwa pihak pemerintah kabupaten kota telah siap untuk mengaktifkan shelter di tingkat kapanewon, sisanya adalah untuk mengatur dari segi operasionalnya.

Baca juga: COVID-19 Semakin Tinggi, Sultan HB X Kembali Perpanjang PPKM Mikro DIY hingga 28 Juni 2021

"Di sana nanti ada dokter, pendampingan psikolog, kemudian petugas laundry, koordinator pengelola shelter. Termasuk kami juga menyiapkan APD, vitamin dan kebutuhan pasien lainnya termasuk permakananan," ujarnya.

Endang mengaku bahwa saat ini sedang dalam proses lelang untuk pengadaan permakanannya.  

"Mudah-mudahan akhir Juni clear untuk pengadaan permakanan, awal juli sudah siap ditempati," imbuhnya.

Ia berharap, 78 titik shelter di kapanewon ini dapat menampung pasien Covid-19, mengingat kini shelter di kabupaten kota hampir penuh kuotanya.

Ia berharap, lonjakan kasus Covid-19 dapat dikendalikan sehingga tidak perlu pengadaan shelter di kapanewon yang lebih banyak.  

"Ini kan lonjakan luar biasa pada Juni ini, nanti di awal Juli insyaallah (shelter di kapanewon) bisa jalan. Harapannya, kasus Covid-19 ini bisa dikendalikan," tandasnya. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved