Breaking News:

ADVERTORIAL

Dinas Sosial DI Yogyakarta Tidak Akan Membiarkan Anak-anak Hidup di Jalan

Melalui Yayasan atau rumah singgahnya, tim memberikan layanan yang bersifat pencegahan dan pelayanan dengan tetap melakukan koordinasi dengan Dinsos.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Daerah Istimewa Yogyakarta telah memiliki Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta nomor 6 tahun 2011 tentang Perlindungan Anak yang Hidup di Jalan.

Anak yang hidup di jalan adalah anak yang berusia di bawah 18 tahun yang menghabiskan sebagian waktunya di jalan dan tempat-tempat umum yang meliputi anak yang rentan bekerja di jalanan, anak yang bekerja di jalanan dan atau anak yang bekerja dan hidup di jalanan yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial DIY, Budhi Wibowo, AKS, M.Si menyampaikan bahwa Dinas Sosial DIY memiliki tim Perlindungan Anak yang bertugas melakukan penjangkauan terhadap anak yang hidup di jalan.

Tim berasal dari pengurus rumah singgah di wilayah DIY yang akan terjun langsung ke jalan untuk melihat ada tidaknya aktivitas terlarang yang melibatkan anak.

Baca juga: Selama Pandemi COVID-19, Pemkot Yogyakarta Pastikan Tak Ada Kasus Anak Putus Sekolah di Wilayahnya

"Tim tidak akan membiarkan anak mengamen, meminta-minta atau berjualan di jalan. Tim akan melakukan pendekatan yang tujuannya adalah memberikan lingkungan terbaik bagi anak," ujarnya.  

Melalui Yayasan atau rumah singgahnya, tim memberikan layanan yang bersifat pencegahan dan pelayanan dengan tetap melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial.

Penjangkauan anak yang hidup dijalan memberikan kehidupan baru bagi anak.

Tim melakukan pendekatan terhadap anak yang melakukan aktifitas di jalan, melakukan pendekatan persuasif dan assessment awal untuk melakukan langkah selanjutnya apakah anak membutuhkan layanan lanjutan untuk pengasuhan dalam lembaga sosial.

"Kami bisa menerima rujukan dan assessment setelah ada penertiban. Anak-anak akan dirujuk di rumah perlindungan sosial. Di sana kami berikan perlindungan dengan cara pemenuhan hak anak, antara lain pemenuhan kebutuhan dasar dan lain-lain. Kemudian ada assessment lanjutan yang akan kami bahas di dalam rapat pembahasan kasus dengan melibatkan stakeholder terkait yang akan memberikan solusi untuk anak-anak tersebut," urainya.  

Jika anak tersebut dari wilayah DIY dan secara pengasuhan dari keluarga tidak memungkinkan dan masih usia sekolah maka pihaknya akan merujuk Balai Rehabilitasi Sosial Dan Pengasuhan Anak (BRSPA) di mana mereka akan mendapatkan pendidikan sekolah di sana.

Baca juga: Sambut Hari Lansia Nasional, Dinsos DIY Beri Jaminan Sosial Kepada 1.000 Lansia Selama 6 Bulan

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved