Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

COVID-19 Semakin Tinggi, Sultan HB X Kembali Perpanjang PPKM Mikro DIY hingga 28 Juni 2021

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro kembali diperpanjang mulai 15 sampai 28 Juni 2021.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA/ Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tingginya sebaran COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuat Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kembali perpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Perpanjangan itu tertulis melalui surat Instruksi Gubernur (Ingub) DIY Nomor 15/INSTR/2021 tentang perpanjangan PPKM berbasis mikro di DIY untuk pengendalian sebaran COVID-19.

Dalam Ingub tersebut, Gubernur menekankan kepada Bupati/Walikota di wilayah DIY untuk menjalankan 19 point instruksi dengan beberapa di antaranya sebagai berikut :

Baca juga: BREAKING NEWS: Kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta Melonjak, Selter Rusunawa Bener Tersisa 4 Kamar

Pertama setiap daerah wajib melaksanakan PPKM Mikro sampai dengan tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) yang berpotensi COVID-19.

Kedua, PPKM mikro dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT dengan kriteria di antaranya, zona hijau dengan kriteria tidak ada kasus COVID-19  di satu RT, maka skenario pengendalian dilakukan dengan surveilens aktif, seluruh suspek dites dan pemantauan kasus tetap dilakukan secara rutin.

Point berikutnya, mekanisme pembentukan posko masing-masing kelurahan masih tetap dilakukan.

Selain itu, kelurahan diberi hak untuk melakukan perubahan regulasi dalam bentuk peraturan kalurahan, peraturan lurah dan keputusan lurah.

Sementara kebutuhan pembiayaan posko Satgas COVID-19 tingkat kalurahan atau kelurahan dibebankan pada anggaran masing-masing pemerintah desa.

Selanjutnya, Gubernur DIY menginstruksikan PPKM mikro dilaksanakan bersamaan dengan PPKM Kabupaten/Kota yakni penerapan Work From Home (WFH) 50 persen dan work from office sebesar 50 persen bagi daerah zona kuning dan oranye.

Baca juga: BREAKING NEWS: Gunungkidul Catatkan Rekor Kasus Baru COVID-19 dalam Dua Hari Berturut-turut

Untuk kabupaten/kota dalam zona merah pemberlakuan WFH sebesar 75 persen, dan WFO sebesar 25 persen.

Terkait aturan kegiatan belajar mengajar, Gubernur DIY menekankan untuk daerah dengan status zona kuning dan oranye dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan peraturan teknis Menteri Pendidikan dengan penerapan prokes yang ketat.

Sedangkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar bagi sekolah yang berada di zona merah, dianjurkan tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar secara daring.

Beberapa aturan lainnya terkait peningkatan penanganan COVID-19 juga turut dipaparkan dalam Ingub tersebut.

"Ingub ini mulai berlaku pada 15 Juni 2021 sampai dengan 28 Juni 2021," ujar Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Ingub yang diterima Tribunjogja.com, Rabu (16/6/2021). ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved