Breaking News:

Jawa

Varian Delta COVID-19 Telah Merebak di Kudus Jawa Tengah, Masyarakat Jangan Abai Prokes

Kasus yang terjadi di Kudus menunjukkan kemungkinan besar adanya transmisi lokal varian delta. 

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Net
Ilustrasi virus corona 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kelompok Kerja (Pokja) Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM memastikan bahwa COVID-19 varian B.1617.2 atau delta telah merebak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. 

Hal tersebut dipastikan dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) yang keluar pada 11 Juni lalu. 

Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, dr Gunadi SpBA PhD menjelaskan dari 34 sampel yang diperiksa, 28 diantaranya terkonfirmasi sebagai varian delta.

Dari situ, kasus yang terjadi di Kudus menunjukkan kemungkinan besar adanya transmisi lokal varian delta. 

Baca juga: Ahli UGM Temukan Varian Delta di Kudus, Cepat Menular dan Pengaruhi Sistem Imun Tubuh

“Sebelumnya sudah terdeteksi beberapa kasus, namun bersifat acak, dan sekarang sudah menjadi klaster di daerah Kudus. Artinya, kemungkinan besar sudah terjadi transmisi lokal di Indonesia, khususnya di Kudus. Tidak menuntup kemungkinan transmisi lokal juga keluar dari Kudus,”paparnya, Selasa (15/6/2021)

Gunadi mengatakan varian delta telah ditetapkan WHO menjadi Variant of Concern (VoC) pada tanggal 31 Mei 2021 karena berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat secara global.

Varian ini dimasukkan dalam kategori VoC karena memenuhi satu atau lebih dari tiga dampak yang ditimbulkan yakni daya transmisi, tingkat keparahan pasien, dan memengaruhi sistem imun manusia.

Dia melanjutkan, varian delta telah terbuktj menimbulkan dua dampak yaitu lebih cepat menular dan mampu memengaruhi respons sistem imun manusia.

Baca juga: UPDATE COVID-19 DI Yogyakarta 15 Juni 2021 : Tambah 438 Kasus, 17 Pasien Dilaporkan Meninggal

Maka dari itu, transmisi yang begitu cepat telah terlihat pada kasus di India dan Kudus itu sendiri. 

“Varian delta ini bisa menurunkan respons sistem imun kita terhadap infeksi COVID-19, baik respons imun yang ditimbulkan oleh infeksi alamiah maupun vaksin,”urainya. 

Mengingat dampak yang ditimbulkan varian delta cukup serius, Gunadi meminta masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) pencegahan COVID-19.

Hal tersebut berlaku bagi seluruh masyarakat di tanah air, termasuk yang telah melakukan vaksinasi. Sebab, reinfeksi COVID-19 masih bisa terjadi setelah divaksin.

 “Prokes harus diperketat. Meski sudah vaksin prokes tidak boleh longgar,” tegasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved