Breaking News:

Rumah dan Kebun Kena Tol Yogya-Solo, Warga Beku Klaten ini Mengaku Sedih Meski Bakal Jadi Miliarder

Abdul Halim mengaku sedih meninggalkan rumah dan tanah kelahirannya karena banyak menyimpan kenangan

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA / ALMURFI SYOFYAN
Suasana musyawarah ganti rugi Tol Yogyakarta-Solo di Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Selasa (15/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Abdul Halim (70) seorang warga Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah bakal menerima uang ganti rugi (UGR) tanah terdampak tol Yogyakarta-Solo sebesar Rp1,3 miliar.

Uang tersebut sebagai kompensasi lantaran rumah dan kebun miliknya seluas 735 meter persegi yang berada di Dusun Sidorejo bakal diterjang oleh Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

Meski bakal menjadi miliarder baru di desanya, Abdul Halim mengaku sedih meninggalkan tanah kelahirannya karena banyak menyimpan kenangan.

"Sebenarnya ya berat untuk disuruh pindah karena banyak kenangan, tapi ya mau gimana lagi," ujar Abdul saat ditemui Tribun Jogja di sela-sela Musyawarah tol Yogyakarta-Solo di gedung serbaguna desa tersebut, Selasa (15/6/2021).

Ia mengatakan, saat ini pihaknya belum mencari tanah pengganti bagi rumah dan kebunnya yang bakal diterjang oleh pembangunan proyek trans Jawa itu.

Menurutnya, untuk ke depan pihaknya berencana untuk mencari tanah pengganti rumah dan kebunnya di Desa Beku tersebut. Ia tak ingin pindah dari desa yang telah didiami selama puluhan tahun tersebut.

Baca juga: Cerita Seorang Guru Hanya Terima Gaji Rp144 Ribu Sebulan, Saya Mengajar Ikhlas untuk Anak-anak

Baca juga: Cerita Warga Klaten, Berat Tinggalkan Rumah Meski Terima Ganti Rugi Rp1 M dari Proyek Tol Yogya-Solo

"Saya belum cari tanah pengganti, kalau nantinya cari tanah lagi saya bakal nyari di desa ini lagi, semoga bisa dapat tanah masih di desa ini," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Beku, Alex Bambang Wijanarko mengatakan jika di Desa Beku terdapat 69 bidang tanah milik warga dan tanah kas desa (TKD) yang terdampak tol Yogyakarta-Solo.

"Di sini secara keseluruhan ada 69 bidang tanah yang terkena tol, itu ada rumah, sawah dan bentuk lainnya," katanya.

Menurutnya, untuk fasilitas publik, di desa tersebut, terdapat sejumlah rumah, satu masjid, dan dua komplek pemakaman yang ikut diterjang tol tersebut.

"Untuk proses penggantian fasilitas publik belum kita lakukan ini kan warga dulu. Setelah itu baru tanah kas desa dan fasilitas yang kena di bicarakan," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved