Breaking News:

Covid 19

Lampu Kuning Kapasitas RSDC Wisma Atlet

Tugas menuturkan, penambahan kasus ini sangat tajam. Dimulai pada 18 Mei lalu jumlah keterisiian tempat tidur di RSDC Wisma Atlet.

Editor: Hendy Kurniawan
ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Petugas tenaga kesehatan beraktivitas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Mayjen TNI Tugas Ratmono mengungkapkan, RSDC Wisma Atlet menerima pasien baru sebanyak 500 orang per hari dalam empat hari terakhir. Hal ini membuat ketersediaan tempat tidur di RSDC kian hari kian menipis.

"Perkembangannya saat ini ini lebih meningkat tajam dibanding Januari tahun 2021. Empat hari ini pasien masuk di atas 500 orang, sementara pasien keluar di bawah 200 orang," jelas Tugas dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang disiarkan virtual, Minggu (13/6/201).

Tugas menuturkan, penambahan kasus ini sangat tajam. Dimulai pada 18 Mei lalu jumlah keterisiian tempat tidur di RSDC Wisma Atlet hanya 15,02 persen, kini mencapai 80,68 persen. “Ini menunjukkan peningkatan pasien luar biasa," kata dia.

Jumlah kematian pun meningkat. Tercatat pada April lalu, tidak ada pasien yang meninggal, kemudian bulan Mei satu orang meninggal. "Di bulan ini (Juni) ada 3 kematian. Jadi relatif meningkat angka kematian. Kita harapkan tidak terjadi seperti Januari," jelasnya.

Tugas mengungkapkan, jumlah ketersediaan tempat tidur di RSDC kian hari kian menipis. RSDC sampai Minggu kemarin merawat 4.836 pasien, dengan jumlah total 5.994 tempat tidur yang ada. "Tingkat hunian saat ini adalah 80,68 persen dan angka kesembuhan kita saat ini 92,53 persen. Angka yang kematian 0,11 persen," ujarnya.

Tower 5 merupakan tower dengan tingkat keterisiian pasien tertinggi dengan 92, 36 persen. Kemudian Tower 7 sudah mencapai 80,29 persen, dan paling rendah Tower 6 dengan 69,08 persen. Lalu, Tower 4 ini beranjak terus meningkat kini sudah 78,98 persen.

"Sehingga dari total tempat tidur yang ada secara keseluruhan atau 80,68 persen yang terpakai, kita masih tersisa 1.158 tempat tidur," kata Kepala Pusat Kesehatan TNI itu. Bahkan, jika pasien masuk menyentuh angka 500 orang per hari maka diprediksi RSDC Wisma Atlet Kemayoran akan penuh.

"Dengan kecepatan penambahan per hari lebih dari 500 pasien, ini tidak lama lagi, untuk mungkin 2 hari ke depan rumah sakit darurat covid 19 di sini sudah penuh dengan keterisian bed," jelas dr.Tugas.

Meski demikian, untuk mengatasi peningkatan kasus di daerah DKI Jakarta dan daerah penyangga, pemerintah menambah jumlah tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran menjadi tiga tempat tidur, dari sebelumnya dua tempat tidur. Sehingga dengan ini bisa menambah 2 ribu tempat tidur di RSDC Wisma Atlet. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved