Breaking News:

Advertorial

Bimtek Bagi Usaha Olah Makanan Sehat Tetap Jalankan Prokes

Dinkes Kabupaten Sleman menggelar bimtek higiene dan sanitasi bagi usaha kuliner jajanan atau pedagang kaki lima yang tersentral di pusat kuliner.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menggelar bimbingan teknis (bimtek) higiene dan sanitasi bagi usaha kuliner jajanan di Catering Sari Dewi, jalan Magelang km.10, Tridadi, Sleman, Selasa (15/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menggelar bimbingan teknis (bimtek) higiene dan sanitasi bagi usaha kuliner jajanan atau pedagang kaki lima yang tersentral di pusat kuliner.
Tujuan jangka pendek bimtek tersebut adalah meningkatkan kompetensi pengelolaan pangan dan pedagang diharapkan bisa menghasilkan pangan yang sehat dan aman. "Sehingga, ada keterjaminan dari segi higiene dan kesehatan," kata Kasi Farmasi dan Kesehatan Makanan Minuman, Dinas Kesehatan Sleman, Gunanto, saat kegiatan bimtek di Catering Sari Dewi, Sleman, Selasa (15/6).
Ia mengatakan, tahun ini bimtek higiene dan sanitasi oleh Dinkes dilaksanakan dalam dua angkatan. Angkatan pertama diikuti oleh 40 pedagang jajanan dari tiga pusat kuliner, yakni Sentra Kuliner Denggung, RSUP Sardjito, dan foodcourt di Mrican, serta ditambah dari pedagang kantin dalam institusi. Angkatan kedua dikhususkan bagi usaha jasa boga dan restoran, bersama Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) maupun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Bimtek higiene dan sanitasi bagi pengolah makanan menurut Gunanto sangat penting. Sebab, mereka adalah penyedia makanan bagi masyarakat, sehingga perlu diantisipasi agar tidak berpotensi menimbulkan penyakit. Selain itu, sebagai langkah antisipasi pula berkaitan dengan penularan corona. Menurutnya, titik kritis penyediaan makanan yaitu dalam pengolahan dan pencucian peralatan. Karena itu, materi yang disampaikan intens bagaimana mengolah makanan dengan baik, juga cara menerapkan prokes dengan benar.
Bimtek tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, drg. Atikah Nurhaesti, dan Kepala Bidang Peningkatan Kualitas SDM, DPC PPJI Sleman, Wartadi. Materi pencucian peralatan dan kebersihan diri disampaikan Wartadi. Menurutnya, selama ini ia melihat kedisiplinan prokes masih kurang. Terutama terkait pemakaian masker, menjamah makanan, dan pengemasan makanan yang menggunakan plastik berwarna.
Soal pencucian piring, menurut dia, kebanyakan pedagang masih mencelupkan piring dan sendok kotor dalam satu wadah sekaligus. Peralatan yang kurang bersih akan sangat berisiko. "Bakteri bisa mengontaminasi Makanan. Kemudian bekas buangan makanan kalau tidak dibuang pada tempat khusus juga akan menimbulkan bau busuk," papar dia. (rif/ord/tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved