Breaking News:

OJK DIY Mencatat Penyaluran Kredit bagi UMKM di DI Yogyakarta Terus Tumbuh

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mencatat penyaluran kredit atau pembiayaan bagi UMKM di DIY tumbuh lebih tinggi yaitu 5 persen pada Maret 2021

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Nanda Sagita Ginting
Kepala OJK DIY Parjiman 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mencatat penyaluran kredit atau pembiayaan bagi UMKM di DIY tumbuh lebih tinggi yaitu 5 persen pada Maret 2021 dibanding Februari 2021 sebesar 4,98 persen.

Selain itu, indikator kesehatan aset pada suatu lembaga keuangan atau Non Performing Loan (NPL) pada bulan Maret juga turun sebesar 3,36 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 3,7 persen.

Baca juga: Satgas COVID-19 Klaten Identifikasi Varian Virus Korona yang Menyebar di Daerahnya

Kepala OJK DIY, Parjiman menjelaskan, kebijakan restrukturisasi perbankan mampu menjaga rasio NPL Kredit UMKM Perbankan di bawah 5 persen.

Ia menuturkan, restrukturisasi kredit debitur terdampak pandemi di DIY telah mencapai Rp 15,5 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 213.243 pada November 2020.

Capaian tersebut terdiri dari 113.879 debitur perbankan dan 84.497 debitur perusahaan pembiayaan.

"Kemudian untuk realisasi subsidi bunga dan penempatan uang negara yang disalurkan dalam bentuk kredit Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahap I 2021 mencapai Rp 215,68 miliar dengan 308.806 debitur per 5 Mei 2021," ujarnya Senin (14/6/2021).

Ia juga mengungkapkan, realisasi penempatan dana tahap I 2021 di DIY mencapai Rp 5,76 triliun dengan 95.995 debitur per Februari 2021.  

"Realisasi penyaluran kredit di DIY yang berasal dari Penempatan Uang Negara Tahap I sebesar Rp5,76 triliun atau 114,47 persen dari rencana sampai dengan 10 Februari 2021," jelasnya. 

Sebelumnya, Ketua Bidang Keuangan, Perbankan, Keuangan Syariah dan Pasar Modal, Kadin DIY, Wawan Hermawan berharap dana Pemulihan Ekonomi Nasional agar bisa lebih mudah diserap secara optimal oleh pelaku usaha atau pengusaha.

Menurutnya, jika posisi perbankan penyalur PEN yang telah ditunjuk pemerintah pusat lebih fleksibel dalam menggunakan mekanisme penyaluran PEN tersebut, maka perekonomian akan lebih hidup.

Baca juga: Tanggapan Gubernur DIY Soal Klaster Covid-19 yang Bermunculan, Sri Sultan HB X: Korona Itu Nyata!

"Sebagai contoh, kondisi pengusaha di DIY masih sulit sedangkan relaksasi akan berakhir sementara pengusaha butuh modal memasuki awal semester II 2021. Beban yang ditanggung pengusaha cukup berat, mulai dari pembayaran THR kepada karyawannya, pembayaran kreditnya harus lancar dan sebagainya sehingga semakin mempersulit kondisi keuangannya," ujarnya.

Ia memperkirakan akan banyak perusahaan-perusahaan di DIY yang gagal bayar dalam kreditnya jika penyaluran dana PEN tidak dilakukan secara tepat dan optimal.

Agar penyaluran dana PEN dapat optimal, pihaknya pun sudah banyak berembuk dengan para akademisi, Bank Indonesia (BI), OJK maupun bank Himbara agar lebih mempermudah atau ada keberpihakan kepada pengusaha.

"Jadi jangan aturannya terlalu ketat tetapi lebih luwes sehingga memungkinkan penyaluran dananya lebih baik," tandasnya. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved