Breaking News:

ADVERTORIAL

Inisiasi Gerakan Keamanan Pangan Desa, BBPOM Gelar Verifikasi Lomba Desa Pangan Aman Nasional

Badan POM mengisinisiasi Gerakan Keamanan Pangan Desa untuk meningkatkan kemandirian masyarakat desa sejak tahun 2014.

Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
BBPOM Gelar Verifikasi Lomba Desa Pangan Aman Nasional 

TRIBUNJOGJA.COM - Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) merupakan aksi nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat desa dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai pada tingkat perseorangan serta memperkuat ekonomi desa. 

Badan POM telah menginisiasi program ini sejak tahun 2014 dengan melakukan intervensi keamanan pangan kepada masyarakat (ibu rumah tangga, PKK, kelompok karangtaruna), komunitas ekolah (guru, anak sekolah/pramuka) dan usaha pangan desa (ritel, warung, industri rumah tangga pangan, pedagang kreatif lapangan/PKL).

BBPOM di Yogyakarta telah melakukan intervensi terhadap 43 kalurahan di DIY sejak tahun 2014. 

"Intervensi ini merupakan tahap awal pengenalan program keamanan pangan, yang untuk selanjutnya diharapkan kalurahan dapat menganggarkan secara mandiri dengan dana kalurahan, pada semua kegiatan terkait keamanan pangan sehingga program dapat terus berjalan dan berkelanjutan," ujar Kepala BBPOM di Yogyakarta, Dra. Dewi Prawitasari, Apt. MKes.

Baca juga: Gandeng 50 Kader, BBPOM Yogyakarta Ajak Masyarakat Produksi Bahan Pangan Sehat Tanpa Boraks

Sebagai satu di antara bentuk apresiasi terhadap desa yang telah menerapkan program keamanan pangan secara mandiri, Badan POM melaksanakan kegiatan Lomba Desa Pangan Aman yang pada tahun 2020.

Untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta diwakili oleh Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul.  

"Konsep keamanan pangan dari hulu ke hilir atau “From Farm to Table” telah diterapkan Panggungharjo untuk menjamin agar pangan yang dikonsumsi oleh warga  merupakan pangan yang aman, bermutu dan bermanfaat," tambahnya.

Proporsal Lomba Desa Pangan Aman Nasional diajukan oleh 34 desa dari seluruh Indonesia, dan pewakilan dari DIY ditetapkan sebagai satu dari 7 nominasi lomba desa.

Pada hari ini Jumat 11 Juni 2021 dilakukan verifikasi untuk melihat kesesuaian di lapangan. 

Baca juga: BBPOM Yogyakarta Imbau Warga Lebih Jeli Memilih Pangan Aman

Tim juri yang merupakan gabungan dari Badan POM dan Kemendagri meninjau sarana yang terdiri dari dapur rumah tangga, industri rumah tangga pangan (IRTP), pedagang kreatif lapangan (PKL), sarana distribusi berupa ritel, dan sekolah.

Sampai saat ini perwakilan desa dari DIY telah beberapa kali mendapat penghargaan tingkat nasional, tahun 2015 Kalurahan Wirogunan Kota Yogyakarta masuk 6 besar, tahun 2016 Desa Wonosari Gunungkidul juara 3, tahun 2017 Desa Potorono Bantul juara 1, tahun 2018 Desa Tamanmartani Sleman masuk 6 besar Lomba Desa Pangan Aman tingkat nasional.

"Dengan adanya lomba ini diharapkan dapat memicu kalurahan lain di Bantul pada khususnya dan DIY pada umumnya untuk menjadi kalurahan dengan penerapan program keamanan pangan, sehingga masyarakat dapat terjamin keamanannya saat mengkonsumsi pangan yang beredar," tutupnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved