Breaking News:

Cerita Warga Klaten, Berat Tinggalkan Rumah Meski Terima Ganti Rugi Rp1 M dari Proyek Tol Yogya-Solo

Ia yang sehari-hari tinggal bersama sang Ibu, Sri Suratmi, mengaku merasa berat jika harus pindah dari rumahnya.

Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Seorang pengendara sepeda motor melintasi patok tol Yogyakarta-Solo yang berada di Desa Kauman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten beberapa waktu lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Tidak semua warga terdampak proyek jalan tol Yogyakarta-Solo yang merasa legawa dengan adanya proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Meski mendapatkan uang ganti rugi dengan nominal yang terbilang tinggi, namun masih ada pula warga yang merasa berat merelakan rumah ataupun lahan miliknya.

Setidaknya itu pula yang terjadi dan dirasakan oleh Dicky Rasita Anwar (23), warga Dukuh Pasekan, Desa Ngabean, Kecamatan Karanganom, Klaten.

Ia yang sehari-hari tinggal bersama sang Ibu, Sri Suratmi, mengaku merasa berat jika harus pindah dari rumahnya.

Baca juga: Pembayaran UGR Tol Yogyakarta-Solo di Klaten Pemilik 65 Bidang Tanah di Kuncen Terima Rp 49,2 Miliar

Baca juga: Bupati Klaten Minta 50 Persen Ruang Rest Area Tol Yogyakarta-Solo Pasarkan Produk UMKM

Dicky menuturkan, rumah tersebut sudah ia tinggali sejak dia lahir, artinya sudah puluhan tahun dia hidup dan tinggal di rumah itu.

"Saya lahir dan tumbuh besar di rumah ini (yang terdampak tol Jogja-Solo). Rumah ini dahulu yang bangun ayah saya," paparnya saat berbincang dengan TribunSolo.com, Minggu (13/6/2021).

Menurut dia, jika nanti uang ganti rugi (UGR) sudah cair maka dia harus segera pindah ke tempat yang baru.

"Susahnya kalau pindah ke tempat tinggal yang baru harus adaptasi lagi," terangnya.

Rumah milik Dicky yang bakal digilas jalan tol Jogja-Solo di Dukuh Pasekan, Desa Ngabean, Karanganom, Klaten, Minggu (13/6/2021).
Rumah milik Dicky yang bakal digilas jalan tol Jogja-Solo di Dukuh Pasekan, Desa Ngabean, Karanganom, Klaten, Minggu (13/6/2021). (TribunSolo.com/Rahmat Jiwandono )

Meski berat harus meninggalkan rumahnya yang sudah ditempati keluarganya selama puluhan tahun, pihaknya hanya mengikuti kebijakan pemerintah.

"Ya itu kan (tol Jogja-Solo) adalah proyek pemerintah jadi mau enggak mau harus pindah," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved