Breaking News:

Yogyakarta

Anggaran Satgas COVID-19 Tingkat RT Minim, Gakkum Satgas DIY Usulkan Bayar Pakai Jimpitan

Selama ini, Satlinmas dan Jagawarga bergerak masih menggunakan anggaran swadaya masyarakat.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Koordinator Bidang Penegakkan Hukum Satgas COVID-19 DIY Noviar Rahmad 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Munculnya sejumlah kasus penularan COVID-19 di lingkungan pedesaan pada beberapa kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuktikan bahwa sebaran COVID-19 masih terjadi.

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro yang sejatinya diharapkan mampu menekan angka penularan, pada kenyataannya belum cukup berhasil.

Koordinator Bidang Penegakkan Hukum Satgas COVID-19 DIY Noviar Rahmad mengatakan, ada beberapa persoalan yang perlu diurai dan diselesaikan oleh pemerintah desa maupun pengambil kebijakan tertinggi.

Ia menjelaskan, point-point yang dijabarkan dalam kebijakan PPKM Mikro menurutnya sudah kompatibel dengan situasi COVID-19 di wilayah DIY.

Baca juga: Satgas Covid-19 di RT/RW Minim, Satpol PP DIY Dorong Pembentukan Kelompok Jaga Warga

Hanya saja dalam praktiknya, tim Satgas COVID-19 tingkat desa hingga tingkat Rukun Tetangga (RT) tidak begitu berjalan maksimal.

Kurang maksimalnya konsep penanggulangan COVID-19 tingkat RT tersebut menurutnya disebabkan oleh beberapa hal.

Pertama, Noviar mengatakan jika garda terdepan dalam penegakkan prokes di tingkat RT ada pada peran Satlinmas dan Jagawarga.

Sayangnya selama ini mereka bergerak masih menggunakan anggaran swadaya masyarakat.

Dukungan anggaran dari pemerintah dikatakan oleh Noviar tidak ada.

Bahkan jika itu diusulkan, biaya operasionalnya terlalu tinggi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved