Breaking News:

Laga Uji Coba Pertama PSS Sleman di TC Cikarang, Kalah 0-1 dari Persiba Balikpapan

Pelatih PSS Sleman akan mengevaluasi kesalahan yang terjadi selama 90 menit pertandingan melawan Persiba Balikpapan.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Dok PSS Sleman
PSS Sleman saat berhadapan dengan Persiba Balikpapan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat pada pemusatan latihan, Sabtu (12/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - PSS Sleman menelan kekalahan 0-1 oleh tim Liga 2, Persiba Balikpapan, di laga uji coba pertamanya pada pemusatan latihan (TC) di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021) sore. 

Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic, menyebut jika pada kekalahan tersebut PSS Sleman belum dapat memaksimalkan peluang yang didapat, meski anak asuhnya mendominasi pertandingan.

“Di uji coba tadi kita dapat hasil yang negatif, kalah 0-1. Tapi saya pikir kita punya banyak kesempatan dan mendominasi pertandingan. Kita juga, punya banyak peluang tapi gol yang tercipta tadi karena memang kesalahan kita sendiri,” kata Dejan Antonic usai laga uji coba. 

Pelatih asal Serbia tersebut akan mengevaluasi kesalahan yang terjadi selama 90 menit pertandingan melawan Persiba Balikpapan.

Sehingga menjadi catatan pentingnya untuk memperbaiki kekurangan tersebut tatkala melakoni Liga 1 2021 pada Juli mendatang.

Pada pertandingan tersebut, Dejan melakukan banyak rotasi untuk melihat seluruh kemampuan pemainnya.

Semisal di babak pertama, ia mencoba menduetkan gelandang lokal Sleman, Wahyu Sukarta dengan Aaron Evans.

Kemudian di babak kedua, Kim Jeffrey Kurniawan dan pemain lain yang belum masuk, menggantikan pemain di babak pertama.

“Target di uji coba memang masih sama, tapi ada perubahan posisi pemain. Selain gelandang tadi di babak kedua posisi belakang kita coba pasangkan Asyraq Gufron dan Fandry Imbiri. Sedangkan di babak pertama kita coba Mario Maslac dan Dendi Agustan Maulana,” urai Dejan.

Sebelumnya, Dejan mengemukakan ada dua target yang ingin dicapai dalam uji coba kali ini.

Di antaranya untuk memberi jam terbang kepada semua anak asuhnya, serta ingin mencoba taktik dan teknik berbeda-beda di lapangan.

“Kita memang harus kasih kesempatan untuk semuanya bermain. 1 tim main 60 menit dan 1 tim lagi main 30 menit. Dan di uji coba besok akan bergantian,” imbuhnya.

“Di pre season memang banyak latihan fisik, kaki berat, tapi itulah proses dan hal yang wajar. Step by step kita bisa perbaiki dan lebih baik lagi,” tutup Dejan.

( tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved