Breaking News:

Dinsos P3A Bantul Ajukan 6.000 Difabel Jadi Sasaran Vaksinasi Covid-19

Data Dinsos P3A Kabupaten Bantul menyebutkan ada sekitar 6.000-an warga difabel yang ada di Bantul.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
IST
Ilustrasi vaksin covid 19 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Bantul mengajukan data difabel, termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) agar menjadi sasaran vaksinasi. 

Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Dinsos P3A Kabupaten Bantul, Tunik Wusri Arliani, mengatakan ada sekitar 6.000-an warga difabel di Bantul.

Namun hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan vaksinasi tersebut.

"Ada sekitar 6.000 difabel, ODGJ masuk ke difabel juga. Kami sudah mengajukan, baik kementerian, provinsi, maupun kabupaten. Tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut, kami masih menunggu,"katanya, Minggu (13/06/2021).

Meski pelaksanaan vaksinasi belum jelas, dalam waktu dekat pihaknya diminta untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dan OPD terkait.

Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi difabel memiliki beberapa kendala. Kendala yang pasti ialah mobilitas.

Dengan begitu diperlukan skema vaksinasi yang tepat agar vaksinasi tepat sasaran. 

"Kemarin dengar-dengar mau diajak rapat untuk membahas rencana vaksinasi. Memang untuk vaksinasi ada beberapa kendala, mungkin terkait mobilitas. Sehingga kami diajak membahas supaya vaksinasi cepat dan mudah,"ujarnya. 

Ia menyebut sudah ada beberapa ODGJ yang menerima vaksinasi.

Hal itu karena ODGJ yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Namun jumlahnya masih terbatas. 

"Hanya beberapa saja, jadi yang masih periksa ke rumah sakit sekalian divaksin, atau mereka yang membutuhkan perawatan segera. Belum semua, sekitar 10,"tambahnya. 

Sebelumnya, Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Abednego Dani Nugroho, mengatakan selama bulan Juni pihaknya menggunakan vaksin AstraZeneca untuk vaksinasi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul telah menerima 30.000 dosis vaksin dari Dinkes DIY. 

"Masih ada sisa 6.000. Rencananya vaksin yang tersisa akan diprioritaskan untuk lansia dan pelayan publik. Baru nanti untuk umum boleh, tetapi untuk yang pralansia (50-60 tahun),"katanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved