Breaking News:

Pendidikan

Metode Wolbachia Diakui Jurnal Kesehatan Terkemuka Dunia

The New England Journal of Medicine (NEJM) mengakui metode Wolbachia dengan mempublikasikan hasil uji efikasi Wolbachia.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
Istimewa
Staf Diagnostik WMP Yogyakarta menunjukkan sampel nyamuk proses ekstraksi DNA untuk mengetahui kandungan Wolbachia dalam Aedes aegypti 

TRIBUNJOGJA.COM - Jurnal kesehatan yang sangat bereputasi di tingkat internasional, The New England Journal of Medicine (NEJM), mengakui metode Wolbachia dengan mempublikasikan hasil uji efikasi Wolbachia.

Hasil uji tersebut menunjukkan pengurangan kasus dengue (DBD) terkonfirmasi di Kota Yogyakarta, sebesar 77%.

Penurunan angka kasus dengue terkonfirmasi yang dirawat di rumah sakit, juga menurun hingga 86%.

Peneliti Utama WMP Yogyakarta, Prof. Adi Utarini dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan, hasil penelitian yang dipublikasikan NEJM tersebut adalah uji efikasi AWED (Applying Wolbachia to Eliminate Dengue) atau Aplikasi Wolbachia untuk Eliminasi Dengue yang dilakukan selama periode 2017 - 2020 di Kota Yogyakarta dan sebagian wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga: UGM dan WMP Yogyakarta Sabet Penghargaan MURI, Pelopor Penelitian Nyamuk ber-Wolbachia

Uji tersebut dilakukan di area percobaan yang memiliki total populasi 312.000 orang selama 27 bulan.

Uji juga melibatkan 8.144 partisipan berusia 3 hingga 45 tahun yang mengunjungi satu dari 18 Puskesmas karena mengalami gejala demam akut yang berlangsung antara 1 hingga 4 hari.

Penelitian tersebut menunjukkan metode Wolbachia juga efektif mencegah penyebaran Zika, chikungunya, demam kuning, dan penyakit-penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Ia mengatakan bahwa pengakuan dari jurnal tersebut merupakan kesuksesan besar bagi masyarakat Yogyakarta.

Di sisi lain, Indonesia memiliki lebih dari 7 juta kasus dengue setiap tahunnya.

"Kesuksesan ini memungkinkan kami untuk memperluas manfaat Wolbachia ke kota-kota lainnya di Indonesia. Kami pikir, teknologi ini menawarkan peluang bagi masyarakat Indonesia agar bisa terbebas dari ancaman DBD," ujarnya, Sabtu (12/6/2021).

Baca juga: Kasus DBD di Kota Yogyakarta Turun Drastis Setelah Mendapat Intervensi Nyamuk Ber-Wolbachia

Sementara itu, Yudiria Amelia, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, mengatakan bahwa Kota Yogyakarta adalah wilayah endemik dengue.

Ia menilai, wolbachia adalah metode tepat untuk diintegrasikan dengan program pengendalian dengue yang telah ada.

"Kami senang dengan hasil dari uji ini. Kami harap metode ini dapat diimplementasikan di seluruh area Yogyakarta dan lebih jauh lagi, di seluruh kota Indonesia," paparnya.

Dr. Sjakon Tahija, Ketua Yayasan Tahija, menyatakan bahwa Yayasan Tahija sebagai penyandang dana program Wolbachia ini, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh mitra dan seluruh pemangku kepentingan atas kolaborasi multi-tahun yang menghasilkan dampak pengurangan beban dengue di Yogyakarta, dan tak lama lagi, secara global.

"Sebagai sebuah yayasan venture philanthropy, kami bangga investasi kami secara meyakinkan akan membawa dampak berkesinambungan. Kami sangat bahagia dan bangga atas hasil ini," tambahnya.( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved