INSPIRING BEAUTY

Mental Kuat Jadi Modal Utama Ninda Berbisnis

Bagi Ninda, mentalitas sebagai seorang enterpreneur adalah paling utama. Termasuk keyakinan dalam diri.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUN JOGJA/BRAMASTO ADHY
Ninda Cahya Rosanda 

MENTAL dan keyakinan adalah dua modal utama bagi Ninda terjun ke dunia enterpreneur. Tak dipungkiri, modal finansial memang perlu. Namun, bagi Ninda, mentalitas sebagai seorang enterpreneur adalah paling utama.

Menurut pengalaman Ninda, banyak yang memiliki modal finansial, namun ketika menjajal terjun sebagai pebisnis, mentalnya tak kuat, sehingga usahanya tak bertahan lama dan berujung gulung tikar.

Inilah yang dihindari dara bernama lengkap Ninda Cahya Rosanda. Sedari awal, ia sangat yakin bahwa usaha yang dirintisnya bakal berkembang berbanding usaha yang ia lakukan selama ini.

"Kalau kita yakin dan mental kita kuat, minimal bisnis yang kita bangun bisa bertahan dan selanjutnya berkembang. Satu hal lagi yang tak boleh dilupakan, adalah ide-ide kreatif. Ide orisinil untuk mengembangkan usaha kita itu penting sekali, sehingga bisnis yang kita bangun terus berkembang baik," ungkap Ninda.

Saat ini, Ninda tengah mengembangkan bisnis kuliner. Sejak tiga tahun belakangan, Ninda menjalankan bisnis tersebut.

Jiwa entrepreneur Ninda sangat kuat. Sejak awal, ia ingin memiliki bisnis sendiri dengan modal yang ia peroleh sendiri.

Setelah lulus kuliah hukum dan memperoleh gelar sarjana, Ninda bekerja di sebuah perusahaan asuransi. Ia mengumpulkan modal selama bekerja hingga merasa cukup untuk memulai bisnis.

"Aku kerjasama sama temanku. Dia punya tempatnya, aku yang menjalankan bisnisnya. Kerjasama ini bisa kita lakukan agar lebih efisien," terang Ninda.

Selain mengembangkan bisnis kuliner, Ninda juga sempat diberi kesempatan ikut berpartisipasi membangun desa wisata di daerah Turi Sleman Yogyakarta. Meski sementara ini masih tertunda karena faktor pandemi, Ninda tetap optimistis kelak desa tersebut bisa memperoleh manfaat ekonomi lebih baik dengan memaksimalkan potensi alam yang ada di desa tersebut.

"Intinya kita ingin meningkatkan nilai ekonomi hasil alam di desa tersebut," ucap Ninda.

Belajar Dari Dunia Modeling
Tak sengaja, begitu kata Ninda, saat ditanya bagaimana bisa terjun di dunia modeling. Dara kelahiran Yogyakarta, 10 Desember 1994 ini awalnya, ingin mengikuti ajang pemilihan Dimas Diajeng Yogyakarta kala itu.

Lantaran berbarengan jadwal ujian tugas akhir kuliahnya, Ninda terpaksa merelakan kesempatan mengikuti ajang tersebut. Padahal kala itu, aku Ninda, ia sudah melakukan persiapan matang.

Beberapa teman Ninda pun menyarankan agar Ninda kursus modeling. Ninda pun mengamini saran temannya untuk mengikuti kursus model di sebuah sekolah model ternama di Yogyakarta.

"Aku banyak dapat pelajaran dari sekolah model tersebut. Tak hanya soal bagaimana bergaya di depan kamera, namun juga manner hingga public speaking," ungkap Ninda.

Selama pandemi, Ninda sementara waktu menghentikan kegiatan modelingnya. Ia fokus mengembangkan bisnis kulinernya.

Diakui Ninda, pandemi memberikan dampak signifikan di semua bidang. Termasuk bisnis kuliner yang ia geluti.
"Selama pandemi memang harus berusaha lebih keras. Harus putar otak lebih kencang, agar dapat ide-ide yang bisa diwujudkan sehingga bisnis kita bisa bertahan," ungkap Ninda. (yud)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Minggu (13 Juni 2021) halaman 05.

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved