Breaking News:

ART CULTURE

Menikmati Karya Memukau Remaja Autis Asal Surabaya

Vincent mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran, perilaku yang berulang, pengucapan kata yang tak runut dan berulang.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Agus Wahyu
Menikmati Karya Memukau Remaja Autis Asal Surabaya - berkendara-memasuki-dunia-vincent-goresan-tangan-memukau-remaja-berkebutuhan-khusus-asal-surabaya.jpg
Tribunjogja/R Hanif Suryo
Pelukis asal Surabaya, Vincent Prijadi Purwono (kaus biru muda) saat pembukaan pameran tunggal bertajuk 'Berkendara ke Dunia Vincent' di Langgeng Art Foundation, Gallery 2, tepatnya di Jalan Suryodiningratan No. 37 A, Yogyakarta.
Menikmati Karya Memukau Remaja Autis Asal Surabaya - vincent-2.jpg
TRIBUNJOGJA.COM/HANIF SURYO
DUNIA KENDARAAN - Pelukis asal Surabaya, Vincent, saat pembukaan pameran tunggal bertajuk 'Berkendara ke Dunia Vincent' di Langgeng Art Foundation, Gallery 2, Jalan Suryodiningratan Yogyakarta.
Menikmati Karya Memukau Remaja Autis Asal Surabaya - vincent-3.jpg
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Pelukis asal Surabaya, Vincent, saat pembukaan pameran tunggal bertajuk 'Berkendara ke Dunia Vincent' di Langgeng Art Foundation, Gallery 2, Jalan Suryodiningratan Yogyakarta.

MEMILIKI keterbatasan bukan alasan untuk tak berkarya. Tengok saja Vincent Prijadi Purwono, remaja penderita autis yang saat ini tengah memamerkan 14 karyanya pada pameran tunggalnya bertajuk 'Berkendara ke Dunia Vincent' di Langgeng Art Foundation, Gallery 2, Jalan Suryodiningratan Yogyakarta.

Pada pameran yang diselenggarakan pada 5-20 Juni 2021 ini, pengunjung dapat menikmati 14 karya Vincent yang bercerita tentang kereta api, pesawat terbang, peta, hal-hal berkaitan kendaraan dan perjalanan. Hal yang sangat ia sukai dan nikmati selama ini.

Vincent adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Lahir di Surabaya, 13 Oktober 2003.
Terlahir normal layaknya bayi pada umumnya. Mamanya melihat gejala autis Vincent sejak bayi dan didiagnosa autis sejak umur 13 bulan.

Vincent menunjukkan kondisi tak adanya kontak tatapan mata, tangisan tantrum yang tak umum, serta tak merespon suara. "Vincent mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran, perilaku yang berulang, pengucapan kata yang tak runut dan berulang. Kami sekeluarga menghadapi tantangan penerimaan lingkungan sosial dari masyarakat, sekolah, bahkan keluarga yang menolak kehadiran Vincent dan juga kami sekeluarga," kata Ayah Vincent, Rudy Purwono.

"Di balik itu semua memang ada rencana Tuhan yang berbeda pada Vincent. Situasi diatas, kami hadapi dan sikapi dengan melihat Vincent sebagai sebuah pribadi spesial. Kami sekeluarga sebagai orang tua dan keluarga, berusaha menyikapi secara benar kekuatan dan talenta Vincent agar menjadi sebuah hadiah bagi kehidupan Vincent," tambahnya.

Melukis dan menciptakan karya visual, kemudian menjadi pilihan Vincent dalam berekspresi. Sebab, Vincent sendiri sangat serius dalam belajar melukis. Dia bisa fokus dalam waktu lama, bertahan sampai 4 jam untuk melukis.

Dia juga berusaha sendiri untuk belajar sketsa dan belajar teknik melukis. Semua ia lakukan secara senang hati tanpa tekanan, sangat berbeda ketika Vincent harus belajar di sekolah, misalnya.

"Vincent keluar sekolah umur 14 tahun pada pertengahan kelas 9. Sekarang dia berumur 17 tahun sudah menghasilkan 190 karya dan terus bertambah. Dia berhasil menjual 50 lukisannya, menghasilkan merchandise yang layak jual di masyarakat," tambah Rudy.

Sementara kurator pameran, Citra Pratiwi mengatakan, mengenal dunia Vincent seolah memasuki sebuah peta perjalanan tamasya yang seru dan mengasikan. Vincent sebagai seorang anak remaja, memilih dunia melukis sebagai media ekspresi.

Vincent suka menggambar kereta, pesawat, peta, hal-hal berkaitan perjalanan dan kendaraan. "Melukis adalah hal yang membuat Vincent mampu untuk fokus dalam waktu lama dan dilakukan dengan senang hati. Belajar melukis disikapi berbeda oleh Vincent, jika membandingkan dengan proses belajar yang lain. Vincent hidup dalam spektrum autisme, mereka memiliki cara berbeda dalam mengkomunikasikan perasaan dan cara mereka memandang dunia," ujar Citra.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved