Breaking News:

Headline

Kementan Targetkan Cetak 2,5 Juta Petani Milenial

Regenerasi petani ke petani milenial mutlak harus dilakukan. Di saat yang sama kita juga harus melakukan transformasi.

Penulis: Santo Ari | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Pembukaan The 2nd Millenial Indonesian Agropreneur di Ambarrukmo Plaza yang akan berlangsung dari 12-13 Juni 2021. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya memfasilitasi dan mendukung para agropreneur muda untuk bergerak di berbagai bidang pertanian. Satu di antaranya adalah dengan menggelar The 2nd Millenial Indonesian Agropreneur di Plaza Ambarrukmo dari 12-13 Juni 2021.

Pada acara ini para petani milenial diberi wadah untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produk mereka sekaligus mendapatkan pendampingan dan pelatihan agar dapat lebih mengembangkan produktivitasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi mengungkapkan jumlah petani di Indonesia saat ini mencapai 38 juta orang. Namun dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen di antaranya merupakan petani yang sudah berusia di atas 40-45 tahun.

Jika tak ada regenerasi, maka dipastikan 10 tahun yang akan datang Indonesia akan kehabisan petani.
"Maka dari itu, regenerasi petani ke petani milenial mutlak harus dilakukan. Di saat yang sama kita juga harus melakukan transformasi dari pertanian yang tanam petik jual, menjadi pertanian agribisnis. Dan yang melakukan itu adalah agropreneur dari kalangan anak muda," ujarnya saat ditemui seusai membuka kegiatan tersebut.

Oleh karena itu, Kementan melaksanakan program-program agar tercipta para milenial agropreneur di seluruh pelosok tanah air. Salah satunya adalah dengan menggelar The 2nd Millennial Indonesian Agropreneur (MIA).

Bertema 'Millennial Agropreneur; Penghela Agroeduwisata dan Ekonomi Kreatif' pihaknya akan menghimpun para anak muda yang melaksanakan wirausaha di sektor pertanian, untuk kemudian dilakukan pendampingan.
"Melalui program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) mereka mendapatkan pelatihan, pendampingan ada suport insentif walaupun tidak besar, tapi bisa jadi triger, pemantik agar mereka dapat langsung terjun bisnis ke sektor pertanian," imbuhnya.

Kementan selama lima tahun ke depan, lanjut Dedi mentargetkan mampu melahirkan 2,5 juta petani milenial.
Diharapkan mereka mampu berperan dalam mengembangkan dunia pertanian yang semakin maju. Dengan demikian tercipta sistem jaringan agribisnis yang menjamin kesinambungan dunia pertanian dalam berbagai komoditas dan industri kreatif.

"Caranya kita ciptakan duta petani milenial kita, menjadi champion di daerah masing-masing. Mereka akan mengajak kepada para pemuda yang ada di sekitarnya," ucapnya. (nto)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Minggu (13 Juni 2021) halaman 03.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved