Breaking News:

Wacana Larangan Hajatan Mencuat Setelah Munculnya Klaster Covid-19 di Gunungkidul

Lonjakan kasus baru hingga munculnya sejumlah klaster membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul bergerak untuk mengambil

istimewa
Berita Update Corona di DI Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Lonjakan kasus baru hingga munculnya sejumlah klaster membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul bergerak untuk mengambil tindakan. Rapat koordinasi pun dilakukan membahas hal tersebut.

Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto mengatakan muncul wacana melarang semua kegiatan sosial masyarakat. Wacana dikemukakan usai rapat koordinasi.

"Hasil rapat bersama panewu dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, semua kegiatan masyarakat akan dilarang termasuk hajatan," kata Heri pada wartawan, Jumat (11/06/2021).

Baca juga: PSS Sleman Adaptasi Cuaca Panas Saat TC di Cikarang, Modal Pada Putaran Pertama Liga 1 di Jakarta

Ia mengatakan keputusan itu masih bersifat wacana lantaran perlu diwujudkan dalam bentuk regulasi berupa Surat Edaran (SE). Larangan ini juga akan dikolaborasikan dengan keputusan di Pemda DIY.

Heri mengatakan ada kemungkinan larangan itu tak lagi mengacu pada zonasi kerawanan tingkat RT. Artinya, larangan kegiatan sosial masyarakat akan berlaku ke seluruh wilayah.

"Kami juga mewacanakan untuk menunda kegiatan belajar tatap muka hingga situasi kembali kondusif," katanya.

Menurut Heri, pihaknya masih menunggu kejelasan status klaster yang ada saat ini, sebab hasil pemeriksaan masih dalam proses. Namun ia tak menampik situasi saat ini sudah agak mengkhawatirkan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty menyatakan saat ini ada 7 klaster. 3 klaster di Kapanewon Playen, 2 di Panggang, serta masing-masing 1 klaster di Karangmojo dan Tanjungsari.

"Sejauh ini ada 127 kasus positif COVID-19 di 7 klaster ini," kata Dewi.

Namun ia menyebut ada peluang terjadinya penambahan. Pasalnya sampai sekarang proses pelacakan kasus masih terus dilakukan, terutama yang kontak erat. Jika kembali ada temuan kasus, pelacakan pun dilakukan lagi.

Baca juga: Tiga Talenta Muda Sepak Bola DIY Direkrut Borneo FC U16 dan U18

Sementara untuk tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 disebut masih aman. Dewi mengatakan baru 50 persen yang terpakai dari 90 tempat tidur yang tersedia.

"Itu di luar tempat tidur yang kritikal, karena kami belum memiliki datanya," ujarnya.

Adapun hari ini terdapat penambahan 54 kasus baru konfirmasi positif COVID-19. Terdapat 5 kasus konfirmasi positif meninggal dunia dan 16 pasien dinyatakan sembuh.

Secara kumulatif, terdapat 3.483 kasus konfirmasi positif di Gunungkidul. 424 kasus dalam perawatan, 164 meninggal dunia, dan 2.895 kasus sembuh. (alx)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved