Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

Klaster Keluarga di Plosokuning V Tambah Jadi 34, Satu RT Dikuncitara Mikro 10 Hari

Untuk menekan laju penularan, satu wilayah RT tepatnya di RT 22, RW 9 diberlakukan pembatasan skala kecil, hingga sepuluh hari ke depan. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Berita Update Corona di DI Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penularan Coronavirus Disease-2019 (COVID-19) dari klaster keluarga yang terjadi di padukuhan Plosokuning V, Kalurahan Minomartani, Kapanewon Ngaglik, Sleman bertambah.

Saat ini, total menjadi 34 orang.

Langkah antisipasi terus dilakukan.

Untuk menekan laju penularan, satu wilayah RT tepatnya di RT 22, RW 9 diberlakukan pembatasan skala kecil, hingga sepuluh hari ke depan. 

Panewu Ngaglik, Subagya mengungkapkan, kasus penularan di Plosokuning V awalnya ada 7 orang dalam satu keluarga yang dinyatakan positif covid-19, kemudian berkembang menjadi 11 orang.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di DIY Sempat Tembus 300 Kasus Dalam Sehari

Lalu, testing massal yang dilakukan pada Selasa (8/6/2021) hasilnya 23 orang positif, sehingga totalnya kini menjadi 34 orang.

Keseluruhan pasien tersebut, bukan hanya dari satu wilayah RT saja.

Tapi ada juga yang berasal dari RT terdekat, yaitu RT 21 dan 23. 

"Sementara ini, yang kami lockdown mikro hanya di RT 22, minimal sekitar 10 hari. Kami terus pantau perkembangannya. Jika memang sudah tidak ada penularan, ya kami lepas," kata Subagya, Jumat (11/6/2021). 

Menurut dia, setelah ada penambahan 23 orang, Gugus Tugas melakukan tracing lanjutan.

Sasarannya adalah orang yang bergejala maupun kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif.

Nantinya apabila ditemukan kontak erat dalam jumlah banyak, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan testing massal. 

"Tapi sementara ini, rencana testing massal belum. Kami masih menunggu hasil tracing lanjutan," kata Subagya.

Bertambah 23 orang itu, sebagian besar sudah dibawa dan menjalani isolasi di Rusunawa Gemawang.

Baca juga: MELEDAK, Gunungkidul Catatkan Rekor 86 Kasus COVID-19 Baru dalam Sehari, Klaster Bertambah

Sebagian lagi, sekitar 7 orang, menjalani Isolasi mandiri karena alasan usia dan tidak memungkinkan.

Mereka yang sedang Isolasi, menurutnya, sudah diusulkan ke Dinas Sosial agar bisa mendapatkan bantuan. 

Kepala Puskemas Ngaglik 1, dr Khamidah Yuliati, mengatakan tracing untuk kasus penularan di Plosokuning V sementara stop dahulu sambil terus memantau perkembangan.

Apakah ada yang bergejala atau tidak.

Pihaknya mengaku saat ini menunggu laporan dari gugus tugas. 

"Kami mengimbau kepada warga yang merasa bergejala, dan pernah kontak erat dengan pasien positif maka melapor ke puskemas untuk dilakukan swab," kata dia. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved