Breaking News:

BPBD Klaten: Status Tanggap Darurat Kekeringan Diusulkan Mulai 1 Juli

BMKG Stasiun Klimatologi Semarang memperkirakan puncak musim kemarau di Kabupaten Klaten pada Agustus mendatang.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Kepala BPBD Klaten, Sip Anwar saat Ditemui Tribun Jogja di Pemkab Klaten, Kamis (10/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Semarang memperkirakan puncak musim kemarau di Kabupaten Klaten pada Agustus mendatang. Pemerintah daerah setempat bersama pihak terkait dinilai perlu melakukan berbagai langkah strategis guna antisipasi bencana kekeringan sebagai dampak musim kemarau.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Iis Widya Harmoko. "Awal Juni ini wilayah Kabupaten Klaten sudah memasuki musim kemarau. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus," kata Iis usai rapat koordinasi dengan BPBD Klaten dan stakeholder di Kantor Pemkab Klaten, Kamis (10/6/2021).

Dijelaskan Iis, musim kemarau di Kabupaten Klaten diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober 2021. Meskipun demikian, pada musim kemarau kali ini akan terdapat curah hujan yang turun seperti pada kemarau periode sebelumnya. Hanya saja, curah hujan di musim kemarau tahun ini tidak sebanyak tahun 2020 dan tidak sejarang tahun 2019.

"Masih terdapat beberapa variasi cuaca. Kemarau tahun ini hampir sama pada tahun lalu, tapi tidak sebasah tahun 2020 dan tidak sekering 2019," jelasnya.

Kemudian, ia meminta masyarakat Klaten mengantisipasi munculnya potensi bencana hidrometeorologi yang berkaitan dengan musim kemarau seperti kekeringan, kekurangan air bersih hingga kebakaran lahan dan lainnya.

Tanggap darurat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten merespon adanya prediksi musim kemarau di Klaten pada Agustus nanti. BPBD mengajukan status tanggap darurat kekeringan musim kemarau di Klaten mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2021 guna mengantisipasi timbulnya bencana hidrometeorologi seperti kekeringan, hingga ancaman kebakaran lahan.

Kepala BPBD Klaten, Sip Anwar mengatakan jika terdapat sejumlah daerah yang berpotensi mengalami kekeringan hingga kebakaran lahan selama musim kemarau di Klaten. Beberapa di antaranya adalah wilayah Kecamatan Kemalang, Karangnongko, Manisrenggo, Jatinom, Bayat, Karangdowo, Pedan, Juwiring hingga Gantiwarno.

“Kami telah berkoordinasi dengan BMKG Stasiun Klimatologi Semarang. Harapan kami dengan koordinasi dengan BMKG, dapat memberikan gambaran musim kemarau sampai kapan dan puncaknya kapan sehingga ada kesamaan persepsi dari OPD (organisasi perangkat daerah), masyarakat, dan relawan," kata Sip Anwar.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta mengatakan jika pada musim kemarau tahun ini pihaknya menyiapkan 750 tangki air bersih senilai Rp241 juta untuk mengatasi kekeringan dan kesulitan air bersih. Hingga saat ini, sudah disalurkan 27 tangki air bersih ke Desa Tegalmulyo dan Sidorejo, Kecamatan Kemalang.

Meskipun sudah menyalurkan 27 tangki air bersih, Haris mengatakan hingga sejauh ini secara administrasi belum ada desa yang mengajukan bantuan air bersih itu. Tahun ini, pihaknya belum bisa memprediksi jumlah desa yang mengajuan bantuan air bersih. “Kalau tahun 2019 ada 44 desa; tahun 2020 ada 20 desa,” katanya. (mur)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Jumat (11 Juni 2021) halaman 06.

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Agus Wahyu
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved