Breaking News:

Ada Tambahan, Total 31 Warga Lopati Srandakan Bantul Ikuti Swab Massal

Warga Padukuhan Lopati, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul yang mengikuti swab PCR massal bertambah.

dok.istimewa
Ilustrasi Covid-19 

"Kami belum menerima hasil swab. Nanti kalau sudah ada hasil swab baru akan ada pemanggilan. Soal swab biar menjadi tanggung jawab dari satgas," ujarnya. 

Sebelumnya, Ketua FPRB Kabupaten Bantul, Waljito mengatakan pihaknya tidak fokus pada masalah hasil swab warga Lopati yang melakukan pemakaman.

Yang menjadi titik beratnya adalah narasi penolakan pemakaman jenazah COVID-19 dengan protokol kesehatan.

Baca juga: Pelaku Wisata Siap Dukung Work From Jogja

"Meskipun negatif semua, tetap harus ada penindakan. Kalau negatif semua kemudian narasi hukum lemah, tidak begitu. Karena kontra dengan satgas COVID-19. Kami mendesak satgas COVID-19 jajaran tingkatan, kalau kapanewon tidak bisa, ya kabupaten. Harus ada upaya paksa," terangnya.

Jika tidak ditindaklanjuti, tambah dia, akan ada dampak buruk pada penanganan COVID-19 di Kabupaten Bantul. Apalagi posisi FPRB sebagai punggawa yang bergerak pada bidang pengurangan resiko penularan. 

Menurut dia, proses hukum harus tetap dilalui, maka pemanggilan terhadap provokator di Lopati tetap harus dipanggil. 

"Tetapi harus ada proses yang dilalui, supaya bisa menjadi pembelajaran," tambahnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved