Breaking News:

Ada Tambahan, Total 31 Warga Lopati Srandakan Bantul Ikuti Swab Massal

Warga Padukuhan Lopati, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul yang mengikuti swab PCR massal bertambah.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
Ilustrasi Covid-19 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Warga Padukuhan Lopati, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul yang mengikuti swab PCR massal bertambah.

Warga tersebut menjadi sasaran tracing karena melakukan pemakaman jenazah COVID-19 tanpa protokol kesehatan. 

Panewu Srandakan, Anton Yuliyanto mengatakan ada penambahan lima warga lagi. Sehingga total warga Lopati yang mengikuti swab massal ada 31 orang.

Baca juga: PLN Sambung Listrik Gratis di Kulon Progo

Lima orang tambahan tersebut termasuk seorang yang diduga provokator dalam kasus penolakan pemakaman jenazah COVID-19 dengan prokes. 

"Selain beliau (provokator), ada tambahan empat orang lagi dari pengembangan tracing," katanya, Jumat (11/06/2021).

Ia mengaku belum menerima hasil swab PCR warga Lopati yang sebelumnya menjalani swab. 

Ada 26 warga yang sebelumnya menjalani swab PCR di Puskemas Srandakan. 

"Untuk hasil swab yang sebelumnya belum tahu. Yang 6 sudah negatif, kemudian yang 20 belum tahu," sambungnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kabupaten Bantul, AKP Ngadi mengatakan pihaknya akan memanggil sosok A setelah hasil swab keluar. Menurut dia, swab merupakan tugas gugus tugas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved