Breaking News:

UYM Tak Kenal Lelah, Terus Kembangkan Rumah Tahfiz Di Seluruh Desa Di Indonesia

Ustaz Yusuf Mansyur yang kini akrab disapa UYM tak kenal lelah melakukan dakwah, termasuk di dalamnya pengembangan sumber daya manusia.

Editor: ribut raharjo
Tribun Jogja/Ribut Raharjo
Ustaz Yusuf Mansyur kala mengunjungi Kopi Gareng di Pakem, Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ustaz Yusuf Mansyur yang kini akrab disapa UYM tak kenal lelah melakukan dakwah, termasuk di dalamnya pengembangan sumber daya manusia.

Pendiri PPPA Daarul Quran terus mengembangkan Rumah Tahfiz dan kini berkembang sangat pesat.

Ditemui usai menggelar pertemuan bersama pengelola kampus-kampus Universitas Mahakarya Asia di Kopi Gareng, Pakem, Sleman pada Senin lalu, UYM mengatakan, kini sudah ada 9.000 Rumah Tahfiz di seluruh Indonesia.

Dia pun memohon kepada Allah SWT untuk meridhoi seluruh perjalanan mengembangkan Rumah Tahfiz ini hingga menjangkau seluruh desa di Indonesia.

"Insya Allah ya kami ingin hadir di seluruh desa di Indonesia, di Tanah Air. Setiap desa ada, sehingga semua bisa belajar di sana,” kata ustaz yang dikenal sebagai penggemar sepak bola ini.

UYM juga terus mengembangkan pondok pesantren yang kini setiap bulan ada tiga cabang baru. “Alhamdulillah sekarang sudah ada 40-45 pondok pesantren. Targetnya pondok ini, satu kota ada satu sehingga hadir 650 pondok pesantren. Terbaru Juni ini ada di Banjarnegara,” ungkapnya.

Terbaru, untuk pengembangan sumber daya manusia lainnya UYM sekarang mengurus kampus. Namanya Universitas Mahakarya Asia atau Unmaha.

“Kalau sekarang ikut ngurus kampus juga itu ya ibarat rumah sakit itu mengurus dari melahirkan sampai meninggal. Nah manusia itu ada periode belajar, kuliah. Sekarang mengembangkan kampus Universitas Mahakarya Asia. Konsentrasi ya ingin punya semua prodi, tapi yang diunggulkan kewirausahaan,” paparnya.

Di sisi lain, UYM juga ingin terus mengembangkan bisnis untuk membuka lapangan kerja dan tentu dengan tetap melanjutkan dakwahnya.

“Kesibukan lain sekarang berupaya menuntaskan seluruh regulasi crowdfunding investment karena ada yang belum selesai. Insya Allah dalam waktu dekat bisa selesai,” katanya.

Terakhir UYM mengaku kagum terhadap potensi usaha Yogyakarta. Dia melihat Yogyakarta itu tidak ada matinya.

“Tinggal bagaimana keuletan ketangguhan kesabaran. Usaha itu ada jatuh bangunnya, dan yang menang ya yang tangguh ulet sabar. Perjalanan waktu, Yang Maha Kuasa bersedia menemani, makanya ada gimana-gimana cepet lapor, minta bantuan (Allah), mendekat (Allah) biar bisa lari lagi,” bebernya.

“Yogya ini kota penuh berkah, nggak ada matinya,” tandasnya. (rbt)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved