Breaking News:

Tekan Angka Perokok di Indonesia, Pemerintah Perlu Buat Regulasi Terpisah Produk HPTL

Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, menilai perbedaan profil risiko antara produk HPTL dan rokok seharusnya disikapi peme

dailymail.co.uk
Ilustrasi: Rokok Elektrik 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Konsumen mendesak hadirnya aturan yang terpisah antara rokok dan produk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL).

Adapun contoh dari HPTL diantaranya seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, snus, dan kantong nikotin.

Perbedaan profil risiko pada yang dihasilkan oleh produk HPTL menjadi landasan agar produk hasil dari pengembangan inovasi serta teknologi ini diatur dalam regulasi tersendiri.

Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, menilai perbedaan profil risiko antara produk HPTL dan rokok seharusnya disikapi pemerintah dengan perlakuan yang berbeda pula. 

Baca juga: Cerita Warga DI Yogyakarta yang Tercekik Pinjaman Online Ilegal, Gali Lubang Tutup Lubang

“Karena ada perbedaan profil risiko tersebut, kami ingin ada pemisahan regulasi antara produk HPTL dan rokok,” ujar Paido dalam keterangan resmi yang diterima Tribun Jogja, Kamis (10/6/2021).

Untuk menyusun regulasi yang berbeda dari rokok, Paido menyarankan para pemangku kepentingan mulai dari konsumen, pelaku industri, kementerian/lembaga, pemerintah, akademisi, hingga praktisi kesehatan perlu menyamakan persepsi mengenai produk HPTL. 

Sebab, hingga kini, masih banyak ragam informasi yang keliru mengenai produk tersebut.

“Kita perlu duduk bersama antara pemerintah, konsumen, pengusaha produk HPTL, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyamakan persepsi bagaimana sebenarnya kita menyikapi produk ini, agar bisa membuat perubahan yang lebih baik untuk bangsa,” ungkap Paido.

Menurut Paido, karena minimnya hasil kajian dalam negeri dan kurangnya sosialisasi mengenai hasil penelitian, maka banyak orang yang menganggap program HPTL sama bahaya dengan rokok.

Baca juga: Menjamur di Indonesia, OJK Tutup 3.193 Perusahaan Pinjaman Online Ilegal

Padahal, jika ada regulasi berbasis kajian ilmiah, Paido menilai, itu dapat dimanfaatkan demi kesehatan masyarakat.

“Layanan Kesehatan Nasional Inggris (The National Health Service/NHS) telah menggunakan produk HPTL untuk mengatasi masalah rokok. Kami berharap, dalam hal ini, pemerintah bisa melakukan hal serupa untuk menekan jumlah perokok di Indonesia,” kata Paido. (ard)

Penulis: Ardhike Indah
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved