Breaking News:

Cerita Warga DI Yogyakarta yang Tercekik Pinjaman Online Ilegal, Gali Lubang Tutup Lubang

Akhir tahun 2019 menjadi waktu yang mengerikan bagi Yosep. Dia tidak menyangka, dirinya diteror habis-habisan oleh debt collector atau penagih utang

Freepik.com
ILUSTRASI pinjaman online 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Akhir tahun 2019 menjadi waktu yang mengerikan bagi Yosep. Dia tidak menyangka, dirinya diteror habis-habisan oleh debt collector atau penagih utang akibat tidak bisa membayar pinjaman tepat waktu.

Yosep, warga Kota Yogyakarta itu memang pernah mengajukan pinjaman kepada perusahaan fintech lending.

Menurutnya, pengajuan pinjaman tergolong mudah karena hanya perlu menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan fotonya membawa KTP itu.

Namun sayang, dia tidak paham bahwa perusahaan pinjol yang ia ajukan itu ilegal dan tidak terdaftar di OJK. Dia tidak paham ada pinjol legal maupun ilegal.

Yang dia tahu, bagaimana caranya mendapatkan uang cepat untuk digunakan sebagai modal jualan.

“Saya tidak mungkin pinjam bank. Syaratnya ribet dan lama. Padahal saya butuh cepat untuk jualan saya,” ungkap Yosep kepada Tribun Jogja.

Baca juga: Menjamur di Indonesia, OJK Tutup 3.193 Perusahaan Pinjaman Online Ilegal

Berbekal kuota internet, Yosep mencari tahu bagaimana caranya mendapatkan uang cepat dari internet.

Betul saja, dia menemukan sejumlah perusahaan fintech lending yang dengan mudah meminjamkan uang kepada publik hanya bersyarat KTP dan foto memegang identitas.

“Iya, saya browsing di HP itu. Terus saya coba satu, lupa saya namanya. Tidak sampai 30 menit duitnya langsung cair. Hebat banget itu,” jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Ardhike Indah
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved