Breaking News:

Cegah Jeratan Pinjaman Online dan Investasi Ilegal, OJK Akan Edukasi Masyarakat DI Yogyakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di DI Yogyakarta terkait pinjaman online (pinjol) maupun investasi

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Rakor OJK dengan anggota Tim Kerja Satgas Waspada Investasi OJK DIY di Alana Hotel Yogyakarta dan Convention Center, Kamis (10/6/2021) 

Dua hal paling penting yang bakal diedukasikan kepada masyarakat adalah 2L yakni Legal dan Logis.

Aspek legal di sini berarti perusahaan penyedia jasa pinjam uang itu berada di bawah pantauan OJK serta benar-benar memiliki izin.

Jika tidak legal, maka perusahaan pinjol itu tidak akan mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan OJK.

Ditambah, sekalinya masyarakat terjerat pinjol ilegal ini biasanya akan melakukan gali lubang terus dengan meminjam pinjol lain.

Waktu jatuh tempo yang singkat dengan pinjaman berbunga tinggi serta meminta data-data privasi diri sendiri menjadi salah satu ciri khas pinjol ilegal.

Sehingga, ketika tidak mampu membayar, data diri masyarakat akan disebar ke orang lain, bahkan dicaci maki oleh debt collector yang bertugas.

“Legal di sini artinya ya punya izin. Kalau tidak ada ya jangan digunakan. Itu pasti jadi terjerat nanti,” katanya.

Kemudian, aspek logis yang dia maksud adalah masyarakat harus tetap rasional meski diiming-imingi nominal yang fantastis.

Sebagai contoh, ketika ada investasi yang menjanjikan uang ratusan juta dalam setahun hanya dengan menginvestasikan uang senilai jutaan dalam sebulan, maka bisa dipastikan itu investasi ilegal.

“Apakah iya, kalau saya tidur saja dibayar atau investasi memberikan saya 1 persen per hari? Yang seperti ini harus dicermati betul agar tidak merugi,” bebernya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved